Prabowo Sebut Sebuah Bangsa Perlu Sikap Keras Kepala untuk Menjaga Prinsip

 Gana Buana
08/4/2026 18:56
Prabowo Sebut Sebuah Bangsa Perlu Sikap Keras Kepala untuk Menjaga Prinsip
Presiden Prabowo saat memberikan taklimat dalam Rapat Kerja Pemerintah bersama Kabinet Merah Putih, Rabu (8/4).(Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

PRESIDEN Prabowo Subianto menegaskan bahwa sebuah bangsa tidak selalu bisa bersikap lunak dalam menghadapi tekanan. Dalam situasi tertentu, menurut dia, sikap keras kepala justru diperlukan untuk menjaga prinsip, mempertahankan martabat, dan memastikan kedaulatan tidak diganggu.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memberikan taklimat dalam Rapat Kerja Pemerintah bersama Kabinet Merah Putih, seluruh pejabat eselon I kementerian/lembaga, serta para direktur utama BUMN di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4).

“Bagi sebuah bangsa, kadang-kadang keras kepala itu dibutuhkan,” ujar Prabowo.

Ia juga menyinggung penilaian publik terhadap dirinya yang kerap dianggap memiliki karakter keras kepala. Alih-alih menepis, Prabowo memilih menanggapinya dengan santai. Ia bahkan sempat melontarkan gurauan dengan mengetuk kepalanya sendiri sambil tertawa.

Namun di balik candaan itu, pesan yang disampaikan cukup tegas, bangsa yang ingin bertahan tidak boleh mudah goyah hanya karena tekanan, ancaman, atau opini dari luar.

Prabowo lalu mencontohkan Iran sebagai bangsa yang kerap dipersepsikan memiliki karakter keras kepala karena tetap bertahan meski berulang kali berada di bawah ancaman.

“Sekarang orang mengatakan rakyat Iran keras kepala, pejuang-pejuang Iran keras kepala. Bolak-balik diancam, bolak-balik mau dihabisi,” kata dia.

Menurut Prabowo, Indonesia juga lahir dari watak serupa. Ia mengingatkan bahwa para pendiri bangsa dan para pemimpin terdahulu menunjukkan sikap tak kompromistis ketika berhadapan dengan penjajahan dan ancaman terhadap kemerdekaan.

Bagi Prabowo, kemerdekaan Indonesia bukan dibangun oleh karakter yang ragu-ragu, melainkan oleh keberanian untuk menolak tunduk. Sikap itulah yang, dalam pandangannya, membuat bangsa ini mampu berdiri tegak hingga hari ini.

“Dulu bapak-bapak pendiri bangsa kita keras kepala. Lebih baik mati daripada dijajah kembali. Tidak mau kita dijajah kembali. Pemimpin-pemimpin kita keras kepala. Merah Putih harga mati, enggak ada itu urusan,” ucapnya.

Taklimat di Istana itu sendiri digelar untuk menyatukan pemahaman seluruh jajaran pemerintahan mengenai arah kebijakan negara. Presiden mengumpulkan para menteri, wakil menteri, pejabat eselon I, hingga pimpinan BUMN agar tidak ada perbedaan tafsir dalam menjalankan agenda pemerintah.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI Angga Raka Prabowo mengatakan, Presiden ingin menyampaikan langsung arahan strategis kepada seluruh unsur pemerintahan, termasuk soal kebijakan nasional dan perkembangan situasi terkini.

Lewat forum itu, Prabowo tak hanya memberi arahan teknokratis, tetapi juga menegaskan sikap dasar yang ia anggap penting, bangsa ini tidak boleh kehilangan ketegasan ketika berhadapan dengan tantangan besar. (Z-10)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya