Zulkifli dan Hatta Bersaing Ketat

MI/RUDY POLYCARPUS
27/2/2015 00:00
Zulkifli dan Hatta Bersaing Ketat
(MI/SUSANTO)
PERSAINGAN perebutan kursi ketua umum Partai Amanat Nasional (PAN) antara Zulkifli Hasan dan Hatta Rajasa kian ketat. Berdasarkan survei yang dilakukan Center for Strategic and International Studies (CSIS), di tingkat kabupaten-kota, Hatta unggul tipis dengan 42,77% dan Zulkifli meraup 38.64% suara.

Sementara itu, calon lainnya hanya mampu meraih suara di bawah 3%. Mereka antara lain Dradjad Wibowo (2,27%), Taufik Kurniawan (0,62%), dan Viva Yoga Mauladi (0,41%).

Adapun, dukungan di tingkat provinsi, Zulkifli dan Hatta sama-sama meraih dukungan sebesar 38.24%. "Ini merupakan pertanda bahwa demokrasi masih mendapatkan tempat di partai berlambang matahari terbit itu," kata Kepala Departemen Politik CSIS Philips J Vermonte saat menyampaikan hasil survei tersebut di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, survei yang berlangsung 16-19 Februari 2015 itu menggunakan teknik wawancara tatap muka terhadap ketua PAN di 28 provinsi dan 484 kabupaten-kota, dengan melibatkan 500 peneliti.

Sementara itu, untuk indeks komunikasi, pengurus PAN di tingkat provinsi dan kabupaten kota lebih puas dengan pola komunikasi Hatta ketimbang Zulkifli. Indeks komunikasi Hatta mendapat poin lebih dari 100, sedangkan Zulkifli meraih 90.

Dalam survei tersebut, sambung Philips, juga terungkap bahwa persoalan kelembagaan partai masih mengemuka. Misalnya, infrastruktur partai yang minim di daerah membuat pengurus PAN daerah bergantung pada elite partai untuk menyediakan kantor.

Padahal, imbuhnya, untuk memperkuat partai, pembangunan infratruktur di dae-rah merupakan keniscayaan. "Termasuk keuangan partai harus diperbaiki agar tidak mengambil dari BUMN terus," cetusnya.

Dua besan
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kongres PAN yang digelar pada 28 Februari hingga 2 Maret 2015 di Nusa Dua, Bali, bukan sekadar pertarungan antara Hatta dan Zulkifli, tapi juga persaingan antara Presiden ke-6 sekaligus Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketua Majelis Pertimbangan PAN Amien Rais. Hatta merupakan besan SBY, sedangkan Zulkifli besan Amien.

Tim sukses Zulkifli, Suparji Achmad, mengaku tidak khawatir dengan hasil survei tersebut. "Masih ada waktu menjelang kongres, semua masih dinamis. Tak dapat dihindari situasi politik yang memengaruhi ketua-ketua di daerah karena pada umumnya mereka ingin ada perubahan di PAN," ujarnya.

Wali Kota Bogor yang juga anggota tim sukses Hatta, Bima Arya, menilai hasil survei CSIS sejalan dengan pemetaan di lapangan yang mereka lakukan. Keunggulan Hatta, kata dia, didukung fakta bahwa hasil perolehan suara PAN pada Pemilu 2014 terbesar sepanjang sejarah partai itu. Di sisi lain, ia menepis anggap-an bahwa regenerasi di PAN tersendat jika Hatta kembali memimpin.

"Regenerasi buka pergantian orang, melainkan regenasi pemikiran dan kelembagaan," jelasnya.

Mengenai dukungan Amien kepada Zulkifli, Bima meyakini Amien akan memberikan ruang demokrasi bagi kader PAN yang menjatuhkan pilihan politik berbeda. (P-3)

rudy@mediaindonesia.com



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya