Penangkapan Terduga Teroris bukan Pengalihan Isu

14/12/2016 14:20
Penangkapan Terduga Teroris bukan Pengalihan Isu
(ANTARA)

WAKAPOLRI Komjen Pol Syafruddin menyesalkan banyaknya pendapat yang beredar bahwa penangkapan para terduga teroris yang hendak melakukan aksi bom bunuh diri di Istana Negara, Sabtu (10/12) lalu adalah upaya pengalihan isu.

"Teroris itu serius ya! Jangan ada komentar bahwa itu pengalihan isu atau sebagainya," kata Syafruddin, di PTIK, Jakarta, Rabu (14/12).

Sebelum penangkapan itu, menurut dia, tim Densus 88 telah bekerja keras untuk mengintai gerak gerik para terduga teroris.

"Anak buah saya, ada yang satu tahun tidak pulang ke rumah. Tidak ketemu anak dan istri untuk melacak (keberadaan terduga teroris). Mereka tidur di jalan untuk selidiki ini-itu dan akhirnya kami bisa tangkap sebelum ada bom (meledak). Jadi tolong jangan komentar ini pengalihan isu. Hati-hati berkomentar," tegasnya.

Ia berujar, beberapa kota di dunia seperti Kairo (Mesir), Istanbul (Turki) dan lainnya banyak korban berjatuhan karena bom. Sementara di Indonesia tidak ada korban karena Densus 88 berhasil menangkap jaringan terorisme satu hari sebelum beraksi di Istana Negara.

"Di negara lain ada korban, tapi di Indonesia bisa kami antisipasi, kami cegah dan ditangkap semuanya. Jadi hati-hati, jangan bilang ini pengalihan isu," ucapnya lagi.

Ia mengklaim kemampuan Indonesia dalam penanganan kasus terorisme telah diakui negara-negara tetangga. "Dunia mengakui penanggulangan terorisme di sini. Saya baru pulang dari Jepang, Kepala Kepolisian Jepang minta advis (penanggulangan terorisme) dalam rangka menghadapi Olimpiade 2020," katanya.

Pada Sabtu (10/12), Densus 88 menangkap tiga terduga teroris, MNS dan AS, keduanya laki-laki), serta DYN, perempuan. MNS dan AS ditangkap di jalan layang Kalimalang, Bekasi. Adapun DYN ditangkap di rumah kontrakan di Jalan Bintara Jaya 8 Bekasi, Jawa Barat. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya