Satgas Toleransi Mesti Tanamkan Benih Pemikiran Terbuka

Nuriman Jayabuana
12/12/2016 19:18
Satgas Toleransi Mesti Tanamkan Benih Pemikiran Terbuka
(ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

PEMERINTAH berencana menginisiasi pembentukan satuan tugas untuk menjamin kebebasan beragama. Setara Institute berpandangan pembentukan satgas tak akan berjalan efektif bila pemerintah tetap tak menindak tegas kelompok intoleran.

"Selama ini negara tidak pernah mengambil tindakan," ujar Wakil Ketua Setara Institute Bonar Tigor Naipospos

Ia mengungkapkan kelompok intoleran terus bermunculan lantaran pemerintah melakukan pembiaran. Bahkan, pemerintah di tataran pusat dan daerah seringkali memberi supremasi bagi kelompok tersebut di ruang publik.

"Supremasi pemerintah kepada mereka di ruang publik itu yang mengakibatkan semakin banyak gelombang intoleransi. Mereka merasa tindakan mereka dilegitimasi pemerintah."

Bonar mengungkapkan sekarang begitu jelas terjadi berbagai pembubaran aktivitas keagamaan kelompok agama minoritas tertentu. Hal itu terjadi lantaran negara ia anggap belum bisa menjamin perlindungan terhadap kemajemukan beragama di Indonesia.

"Berkembangnya pemikiran-pemikiran yang cukup keras di kalangan masyarakat itu kan sekarang banyak mediumnya. Bukan hanya media sosial, tapi bahkan juga melalui ceramah-ceramah yang mengantarkan kebencian," ujar Bonar.

Menurut Bonar, satgas penjaga toleransi tersebut perlu menanamkan benih-benih pemikiran yang lebih terbuka.

"Itu PR bagi kita semua. Menjadikan masyarakat berpikiran lebih terbuka, moderat, dan proporsional dalam kehidupan beragama dan berpolitik," kata dia. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya