PINTU gerbang di Dermaga Wijayapura, Cilacap, Jawa Tengah (Jateng) masih dibuka meski hari menjelang senja. Puluhan pengunjung keluar dari Pulau Nusakambangan setelah membesuk keluarga mereka di penjara.
Berbeda dengan hari-hari sebelumnya, terlihat ada sejumlah pengunjung bule. Mereka merupakan keluarga dari Rodrigo Gularte, napi asal Brasil, dan Serge Areski Atlauoi asal Prancis.
Raut wajah tamu asing itu terlihat tidak cerah meski baru bertemu keluarga mereka di dalam LP Nusakambangan. Sebabnya, kedua napi termasuk daftar yang akan dieksekusi mati tidak lama lagi.
Angelita Muxfeldt, seorang kerabat Rodrigo, mengungkapkan kesedihannya. ''Rodrigo mengalami beban psikologi, sehingga depresi di penjara.Saya memikirkan kesehatan jiwa Rodrigo,'' kata Muxfeldt.Selasa (24/2) sore.
Seusai kerabat penghuni LP Nusakambangan mengakhiri kunjungan, dermaga itu sunyi kembali. Aktivitas pengamanan di sekitar pintu masuk dermaga pun tidak begitu menonjol.
Suasana itu kontras pada pagi harinya. TNI Angkatan Laut Cilacap berpatroli di perairan Segara Anakan mulai dari Sleko hingga sekitar Dermaga Sodong, Nusakambangan.
''Ada atau tidak ada rencana eksekusi mati, kami tetap rutin berpatroli di perairan ini,'' kata Komandan Kapal Serayu TNI-AL Cilacap Letnan Dua Laut Arief Wibowo.
Beberapa hari terakhir ini, menurut pantauan di lapangan, sejumlah truk hilir-mudik mengangkut bahan bangunan ke pulau bui tersebut.
''Bahan bangunan itu untuk pembangunan di LP Batu dan LP Besi. Kemungkinan untuk membangun sel isolasi untuk para terpidana mati,'' bisik sumber Media Indonesia.
Hal itu dibenarkan Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkum dan HAM Jateng A Yuspahruddin.
''Kami membangun penyekat supaya napi yang diisolasi tidak berkomunikasi dengan napi lainnya,'' ungkap Yuspahruddin.
Ia menyatakan LP di Nusakambangan siap menampung para terpidana mati yang bakal dieksekusi.
Kepala Bandara Tunggul Wulung Olivar Sijabat menyatakan bandara siap jika nantinya digunakan untuk transit pengiriman dua terpidana mati anggota Bali Nine, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran.
Sementara itu, hingga kemarin sore Kepala LP Kelas II A Denpasar, Sudjonggo mengatakan belum ada perkembangan tentang kepastian jadwal pemindahan terpidana mati dua anggota sindikat Bali Nine ke Nusa Kambangan. (OL/RS/X-8)