Panglima Bantah Ada Penyusup di Aksi Superdamai 212

Yogi Bayu Aji
05/12/2016 09:12
Panglima Bantah Ada Penyusup di Aksi Superdamai 212
(Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo -- MI/Arya Manggala)

PANGLIMA TNI Jenderal Gatot Nurmantyo membantah adanya penyusup yang dibayar pendukung calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di aksi superdamai, Jumat (2/12).

Pada saat aksi, Panglima ikut dan berada dalam rombongan di belakang Presiden. Dia memastikan tidak ada penyusup yang mau mengganggu kehadiran Presiden Jokowi.

“Tidak ada anggota Pasukan Pengamanan Kepresidenan yang menangkap salah satu oknum, yang ditengerai merupakan salah satu pendukung Ahok,” tegas Panglima pada keterangan yang diterima Minggu, (4/12/2016).

Sebelumnya di media sosial memang berkembang isu bila ada penyusup di kegiatan yang berjalan tertib dan damai itu. Penyusup itu dikatakan berniat mengganggu aksi yang dihadiri Presiden Joko Widodo.

Menurut Panglima, sebaiknya masyarakat lebih waspada lagi dengan media sosial. Publik, kata dia, harus selektif dalam memilah dan memilih berita ataupun informasi yang disebarkan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab melalui media sosial.

Sementara itu, Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto menambahkan aksi superdamai 212 sudah berlangsung dengan tertib dan aman. Dia meminta aksi itu tidak dinodai oleh isu-isu ataupun berita-berita tidak benar yang bertujuan untuk mencederai umat Islam Indonesia dalam menyampaikan aspirasinya.

“Jangan membenturkan kelompok yang satu dengan kelompok masyarakat lainnya,” tegas dia.

Dia menilai, aksi itu sudah menunjukan Islam yang rahmatan lil 'alamin. “Kita semua berterima kasih kepada seluruh warga masyarakat yang datang ke Silang Monas melakukan doa bersama, untuk negara dan bangsa Indonesia yang tercinta ini,” pungkas dia. (MTVN/X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya