Haedar: Jangan Bawa Muhammadiyah dalam Politik Pilkada

Micom
14/10/2016 21:08
Haedar: Jangan Bawa Muhammadiyah dalam Politik Pilkada
(ANTARA)

KETUA Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir meminta para penggerak organisasinya tidak dibawa dalam politik praktis pilkada sehingga dapat menjaga kenetralan persyarikatan.

"Sebaiknya tidak membawa institusi organisasi, termasuk ortom dan amal usaha dalam percaturan politik, dukung mendukung atau tolak menolak sebagaimana garis persyarikatan," kata Haedar lewat keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Jumat.

Dia berharap agar para pengurus persyarikatan tetap memosisikan dan memerankan Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah kemasyarakatan yang tidak berpolitik praktis. Terkait hal itu, ia juga mengimbau warga Muhammadiyah tidak membuat pernyataan-pernyataan resmi yang mengatasnamakan Muhammadiyah.

Menurut Haedar, kalaupun secara pribadi memiliki sikap politik, sebaiknya tidak membawa-bawa Muhammadiyah yang netral dalam politik praktis. "Siapa pun warga Muhammadiyah agar mengedepankan akhlak karimah dalam berpendapat, bersikap dan bertindak sesuai tuntunan Islam di tengah berlangsungnya pesta demokrasi."

Selain itu, kata Haedar, agar orang Muhammadiyah menjauhkan diri dan tidak melakukan hal-hal yang anarkistis, kekerasan, permusuhan, kebencian dan konflik yang merugikan kehidupan bersama. "Agar bekerja sama dengan pihak manapun untuk kebaikan dan kemaslahatan serta menciptakan ketertiban dalam masyarakat luas," kata dia.

Lebih luas lagi, Haedar mengajak segenap elemen bangsa untuk menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan Pancasila sebagai basis berpolitik adiluhung serta tidak boleh mengabaikan dan menihilkan nilai-nilai luhur itu.

Kepada kekuatan-kekuatan nonpartai, termasuk ormas dan media massa, Haedar berpesan agar tetap menjalankan peran sosialnya yang mencerdaskan dan mencerahkan serta tidak partisan sehingga kehilangan fungsi kontrolnya. (Ant/X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya