Mahasiswa Aceh Kumpulkan Koin untuk Abbott

Amiruddin Abdullah Reubee/Hendra Saputra/I-2
22/2/2015 00:00
Mahasiswa Aceh Kumpulkan Koin untuk Abbott
(THEGUARDIAN.COM)
PERNYATAAN Perdana Menteri Australia Tony Abbott yang meminta Presiden Joko Widodo untuk meninjau ulang vonis hukuman mati bagi dua pengedar narkoba asal 'Negeri Kanguru' itu, dengan mengungkit-ungkit bantuan saat tsunami Aceh pada 2004, memicu kemarahan warga Indonesia.

Tidak lama setelah pernyataan itu, sejumlah netizen lewat situs mikroblog Twitter melontarkan tagar #KoinUntukAustralia.

Tagar itu kemudian diwujudkan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Aceh. Mereka membuka posko untuk mengumpulkan koin atau uang logam yang akan digunakan untuk mengembalikan dana bantuan kepada Australia.

Aktivis mahasiswa asal 'Serambi Mekah' itu mengaku tersinggung dengan pernyataan Abbott.

Posko pegumpulan koin itu berlokasi di Jalan Prada Utama, Nomor 2, Desa Lamgugob, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, ibu kota Provinsi Aceh.

Koordinator aksi pengumpulan koin Martunus, Sabtu (21/2), mengatakan ide pengumpulan koin tersebut merupakan aksi protes mereka kepada Abbott.

Aksi itu, imbuhnya, dilakukan agar Australia tidak seenaknya dan menghormati kedaulatan hukum Indonesia.

Menurut Martunus, begitu posko pengumpulan koin dibuka, banyak warga ambil bagian.

Selain itu, ungkap Martunus, dari puluhan orang yang menelepon dirinya, hanya dua yang menyatakan menentang gerakan itu. "Lainnya mendukung dan memberi semangat pada saya."

Di hari pertama pembukaan posko #KoinUntukAustralia pada Jumat (20/2), koin senilai Rp300 ribu telah dikumpulkan.

"Di hari kedua atau Sabtu (21/2), banyak orang yang menelepon saya. Mereka sangat mendukung dan meminta nomor rekening bank serta bagaimana cara agar mereka bisa ambil bagian dalam gerakan ini," aku Martunus.

Karena itu, Martunus dan teman-temannya sedang melakukan musyawarah mengenai kelanjutan aksi pengumpulan koin itu serta apakah mereka akan membuka rekening untuk menampung sumbangan dari masyarakat.

Pasalnya, aktivis KAMMI itu mengaku tidak menyangka akan ada banyak pihak yang menanggapi positif aksi yang berawal dari protes terhadap pernyataan PM Australia tersebut.

Meski begitu, Martunus mengakui akan sulit untuk bisa mengumpulkan dana guna mengganti dana bantuan yang diberikan Australia kepada Indonesia saat tsunami Aceh. Pasalnya, 'Negeri Kanguru' itu menggelontorkan bantuan sebesar US$1 miliar atau sekitar Rp13 triliun. Namun, hal itu tidak mengendurkan semangat mereka dalam aksi pengumpulan koin itu.

"Mengumpulkan koin hingga sebanyak Rp13 triliun memang tidak cukup hanya satu atau dua hari saja. Ini akan memakan waktu berbulan-bulan," ungkap Martunus.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya