Sikap Pemerintah Brasil Melanggar Konvensi Wina

X-5
22/2/2015 00:00
Sikap Pemerintah Brasil Melanggar Konvensi Wina
(AFP/ADEK BERRY)
PEMERINTAH Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), mengambil langkah cepat dan tegas memanggil pulang Duta Besar RI untuk Brasil Toto Riyanto. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas kesewenangan pemerintah Brasil yang mendadak tidak menerima surat kepercayaan (credential letter) Dubes RI yang penyerahannya dijadwalkan pada Jumat (20/2) waktu setempat di Istana Negara di Brasilia. Untuk mengetahui lebih jauh tentang sikap pemerintah Indonesia itu, wartawan Media Indonesia Basuki Eka Purnama mewawancarai Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Jakarta, kemarin. Berikut petikannya.

Setelah melakukan protes keras terhadap sikap pemerintah Brasil, apa yang akan dilakukan pemerintah Indonesia selanjutnya?

Kita masih menunggu perkembangan selanjutnya. Nanti setelah ada kelanjutan sikap pemerintah Brasil, kita akan memberikan tanggapan.

Presiden Brasil Dilma Rousseff mengatakan harus ada evaluasi terhadap hubungan diplomatik antara Brasil dan Indonesia. Apa komentar Anda?

Saya tidak paham dengan sikap Presiden Rousseff tersebut. Sikapnya itu mengejutkan. Pasalnya, duta besar kita dipanggil oleh Menteri Luar Negeri Brasil untuk menyerahkan credential-nya (surat kepercayaan) dengan jadwal yang telah ditentukan. Namun tiba-tiba dibatalkan atau ditunda, saya tidak paham. Menlu Brasil lalu mengatakan acara penyerahan credential itu ditunda sembari menunggu keputusan Jakarta terkait hukuman mati warga negaranya.

Pengamat hukum internasional Hikmahanto Juwana mengatakan bahwa apa yang dilakukan Presiden Rousseff adalah pelanggaran tata krama diplomasi dunia. Tanggapan Anda?
Tepat sekali. Apa yang dilakukan Brasil melanggar Konvensi Wina pasal 29. Pasal itu berbunyi, 'The receiving state shall treat him with due respect and shall take all appropriate steps to prevent any attack on his person, freedom or dignity.'

Keputusan Kemenlu menarik pulang Dubes Toto dari Brasil tentunya telah mendapatkan persetujuan dari Presiden Joko Widodo. Apa yang dikatakan Presiden saat mendapat laporkan mengenai perlakuan pemerintah Brasil itu?
Kami langsung melapor ke Presiden Joko Widodo saat peristiwa itu terjadi. Pak Jokowi langsung memerintahkan dubes dipanggil pulang.

Saat ini Dubes Toto sudah berada di mana?
Yang pasti, dia sudah tidak ada di Brasilia. Dia dalam perjalanan kembali ke Jakarta. Karena jaraknya jauh, antara Brasilia dan Jakarta, dia diperkirakan baru tiba di Jakarta pada 23 Februari, Senin pagi.

Kapan kira-kira Indonesia berencana mengirimkan duta besarnya lagi ke Brasil?
Kami masih menunggu perkembangan dari sikap Brasil.

Apakah Brasil merupakan mitra yang penting bagi Indonesia?
Brasil ialah salah satu mitra strategis Indonesia. Karena itu, kami ingin menjalin hubungan yang baik dengan mereka.

Jika hubungan diplomatik antara Brasil dan Indonesia terputus, siapa yang lebih dirugikan?

Hubungan itu melibatkan kedua belah pihak. Saya hanya berharap hubungan antara kedua negara tetap baik.

Komisi I DPR mengusulkan adanya evaluasi terhadap pembelian alutsista dari Brasil. Bagaimana tanggapan Anda?

Saya mengetahui bahwa teman-teman di Komisi I menyatakan dukungan atas sikap pemerintah. Saya rasa kita masih harus menunggu perkembangan selanjutnya sebelum kita mengambil sikap lebih lanjut.

Apa yang dilakukan Kemenlu untuk menjelaskan kepada negara-negara sahabat, seperti Brasil serta Australia, yang warga mereka menjadi terpidana mati di Indonesia karena kasus kejahatan narkoba?

Seperti Anda lihat, dalam statement-statement yang dikeluarkan pemerintah, Indonesia menghukum mati warga negara asing karena menegakkan hukum. Kita tidak menghukum negara lain atau warga negara lain dengan sengaja. Negara sahabat harus menghormati hukum yang berlaku di Indonesia. Kami tidak ingin hubungan baik dengan negara lain terputus karena kita menegakkan hukum.

Ada laporan dari media asing yang menyebut langkah Presiden Rousseff yang menolak credential Dubes Indonesia adalah untuk pencitraan karena pamornya di dalam negeri saat ini sedang turun terkait isu korupsi. Tanggapan Anda?

Saya tidak bersedia berkomentar masalah dalam negeri negara lain.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya