Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BARESKRIM Polri mengantongi informasi keberadaan dua tersangka utama kasus penipuan investasi robot trading Net89, Andreas Andreyanto (AA) dan Lauw Swan Hie Samuel (LSH). Kedua tersangka yang masuk daftar pencarian orang (DPO) itu diketahui berada di Kamboja.
"Kemudian keberadaan dua tersangka utama yaitu Andreas Andreyanto dan Lauw Swan Hie Samuel terinformasi keberadaannya di Kamboja," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan, Kamis (20/7).
Whisnu mengatakan untuk mengetahui keberadaan dan pemulangan, penyidik secara intensif berkoordinasi dengan Divhubinter Polri, Kemenkumham, dan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). Penyidik juga berkoordinasi dengan pengacara tersangka AA dan LS.
Baca juga : Ini Alasan Bareskrim belum Tahan Tersangka Net89
"Menurut pengacaranya, para tersangka tersebut masih berstatus warga negara Indonesia namun tidak mengetahui keberadaannya di luar negeri," ungkap Whisnu.
Whisnu mengatakan kedua owner Net89 PT Simbiotik Multitalenta Indonesia (SMI) itu juga sudah menjadi subjek INTERPOL Red Notice (IRN). "Red Notice sudah keluar dan Polri terus berkoordinasi dengan Interpol," ujar Whisnu.
Polisi menetapkan 13 tersangka dalam kasus ini. Mereka ialah AA (DPO), LSH (DPO), IR, ESI, DI, YW, AR, RS (Reza Paten), MA, ES, FI, D, dan AL.
Baca juga : Penipuan Investasi Koperasi NMSI Terkait Budi Daya Lebah dan Ternak Tokek
Subdit 2 Dittipideksus Bareskrim Polri disebut juga menghitung kerugian korban menggunakan jasa Kantor Akuntan Publik (KAP). Hasil yang telah terverifikasi terhadap korban yang real mengalami kerugian yaitu sebesar Rp326.679.954.135.
Penyidik Dittipideksus Bareskrim Polri menerima 13 Laporan Polisi (LP) dengan 6.000 korban. Taksiran kerugian sebesar Rp700 miliar.
Penyidik Subdit 2 Dittipideksus Bareskrim Polri menghitung kerugian korban menggunakan jasa Kantor Akuntan Publik (KAP). Hasil yang telah terverifikasi terhadap korban yang real mengalami kerugian yaitu sebesar Rp326.679.954.135.
Baca juga : Sudah Satu Bulan, Kasus Investasi Fahrenheit belum Ada Tersangka
Polisi menyita barang bukti dan hasil kejahatan. Total telah memperoleh hasil kejahatan dengan nilai sebesar kurang lebih Rp2 triliun yang berada di Jakarta, Bali, Surabaya, Batam, Riau, dan Bandung. Penyidik masih menelusuri aset lainnya.
Kasus penipuan investasi berbentuk Robot Trading Net89 ini dilaporkan ke Bareskrim Polri pada 26 Oktober 2022. Laporan korban teregister dengan nomor LP/B/0614/X/2022/SPKT/Bareskrim Polri.
Total ada 134 terlapor, lima di antaranya publik figur. Mereka adalah YouTuber, Atta Halilintar; penceramah, Taqy Malik; keyboardist, Kevin Aprillio; drummer band Nidji, Adri Prakarsa; dan motivator, Mario Teguh.
Baca juga : Harun Masiku Dikabarkan Berada di Kamboja, Polri: Kami Usut dengan Interpol
Atta Halilintar terseret karena melelang bandana atau headband kepada tersangka Reza Paten atau Reza Shahrani senilai Rp2,2 miliar. Taqy Malik terseret juga karena melelang sepeda Rp777 juta kepada Reza Paten.
Sedangkan, Kevin Aprillio dan Adri Prakarsa terseret karena disebut member dari Robot Trading Net89 PT SMI. Keduanya disebut mempromosikan Robot Trading Net89. Lalu, Mario Teguh terseret karena sempat memberikan pelatihan kepada Reza Paten.
Polisi tidak menyita uang Rp2,2 miliar dari Atta dan Rp777 juta dari Taqy Malik. Atta menggunakan fulus miliaran rupiah itu untuk santunan dan pembangunan rumah ibadah. Begitu pula Taqy, dia menggunakan uang ratusan juta untuk membangun masjid di wilayah Bogor, Jawa Barat. (Z-3)
DI memiliki peran sebagai salah satu petinggi PT SMI yang menaungi kasus Net89.
Penyidik sangat hati-hati dalam menuntaskan perkara tersebut, tidak terpaku mengejar upaya penahanan para tersangka dan mengabaikan kualitas dari alat bukti guna pembuktian perkara.
POLISI menyita aset milik tersangka dugaan penipuan, penggelapan dan pencucian uang robot trading Net89, Reza Paten. Total aset yang dilakuka penyitaan ialah senilai Rp6,3 miliar.
Bareskrim Polri merinci jenis narkotika yang diedarkan Andre Fernando alias The Doctor, mulai dari sabu hingga etomidate dengan nilai transaksi miliaran rupiah.
Bareskrim Polri mengungkap pelarian Andre Fernando alias The Doctor yang sempat membuang iPhone di jalan tol Malaysia sebelum ditangkap di Penang.
Bareskrim Polri mengamankan 10 barang bukti mewah, termasuk iPhone 17 Pro Max dan Rolex, saat menangkap bandar narkoba Andre Fernando alias The Doctor.
Bareskrim Polri mengungkap peran Andre Fernando alias The Doctor sebagai perantara dua bos besar narkoba asal Malaysia dan Aceh untuk pasar Indonesia.
Bareskrim Polri menangkap Direktur dan Manajer White Rabbit terkait dugaan peredaran narkoba sejak 2024. Polisi kini memburu aliran dana dan TPPU.
PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia memberikan klarifikasi terkait pemberitaan mengenai kunjungan OJK dan Bareskrim ke kantor perusahaan di kawasan SCBD, Jakarta Selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved