Tol Laut Sudah Turunkan Harga Kebutuhan Pokok

Basuki Eka Purnama
02/6/2016 09:30
Tol Laut Sudah Turunkan Harga Kebutuhan Pokok
(Dok. Kemenko Maritim)

PENETAPAN program tol laut oleh Presiden Joko Widodo bukan merupakan program wacana belaka. Hal itu terungkap dalam rapat koordinasi Kemenko Maritim dan Sumber Daya yang membahas mengenai program dan perkembangan Tol Laut berdasarkan Perpres No. 106/2015 Tentang Penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik Untuk Angkutan Barang di Laut.

Rakor dipimpin Menteri Koordinator Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli yang dihadiri Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Menteri Perdagangan Thomas Lembong, Dirut PT Pelni, serta perwakilan dari Kementerian dan Lembaga terkait lainnya di Kantor Kemenko Maritim dan Sumber Daya, Senin (30/5).

Esensi dari penerapan program tol laut itu untuk menjaga agar disparitas harga logistik di pulau-pulau tersebut tidak berbeda jauh dari di kota-kota besar. Hal itu berdasarkan hasil kajian dari Kemenko Maritim dan Sumber Daya sebagaimana disampaikan Deputi III Kemenko Maritim dan Sumber Daya. Ridwan Djamaludin.

Contoh yang cukup baik dari penurunan harga-harga kebutuhan pokok di Kota Namlea, Kabupaten Buru, beberapa komoditas sudah cukup baik, target dari Perpres itu penurunan sampai 30% sampai 40%.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menyampaikan dukungan anggaran pemerintah dalam program tol laut itu sudah cukup maksimal dan utamanya ada di Kementerian Perhubungan, khususnya Ditjen Perhubungan Laut dan Darat.

Untuk Perhubungan Laut, ada anggaran untuk Angkutan Laut perintis baik penumpang maupun barang sebesar Rp1,16 triliun yang rinciannya adalah untuk angkutan barang Rp220 miliar, angkutan ternak Rp8 miliar, dan penumpang khususnya untuk wilayah Indonesia Bagian Timur sebesar Rp937 miliar.

Selanjutnya, anggaran untuk sarana fasilitas pelabuhan (Faspel) sebesar Rp2.089 miliar, anggaran untuk pengerukan alur pelayaran, sebesar Rp761 miliar, anggaran untuk pembangunan/rehab sarana bantu navigasi pelayaran (SBNP), dan sistem telekomunikasi pelayaran, sebesar Rp527 miliar, serta pembangunan berbagai jenis kapal (kontrak tahun jamak) sebesar Rp4.651 miliar.

Pada kesimpulan Rakor tersebut, Menko Rizal menggarisbawahi beberapa poin penting yakni pelaksanaan program tol laut sudah dalam jalur yang tepat. Namun, masyarakat belum percaya dan perlu mendapat penjelasan dari pemerintah.

Program tol laut sudah dimulai beberapa langkah serta ada dampak yang baik yaitu penurunan harga kebutuhan pokok di beberapa daerah karena program tol laut yang sebagian disubsidi untuk menciptakan pelayaran reguler (reguler shipping). (RO/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya