Cerita Semangat Generasi Muda Untuk Memajukan Nelayan

MICOM
05/8/2018 17:26
Cerita Semangat Generasi Muda Untuk Memajukan Nelayan
(Dok Kemenkopmk)

DALAM acara 'Curah Pendapat Implementasi Revolusi Mental' yang diselenggarakan Kementerian koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jumat (3/8) kemarin, terdapat sosok menarik, yakni Farid Naufal Alam. Di usianya yang masih muda, Farid sudah menjadi salah satu CEO e-commerce aruna.id. Pria berusia 24 tahun ini juga menjadi pemimpin usaha rintisan (startup) yang berbasis inovasi teknologi. Farid dan tim Aruna telah menunjukkan prestasinya dengan merangkul 1.701 kelompok nelayan dengan anggota yang mencapai 20 ribu. Konsumennya pun sudah merambah ke mancanegara.

“Mitra nelayan kami sudah ada di 16 Provinsi mulai Aceh, Kalimantan Utara (termasuk di Sebatik) hingga Papua. Konsumen kami sudah sampai ke Singapura, Malaysia dan Vietnam,” ungkap pemuda lulusan Universitas Telkom Bandung tersebut, Minggu (5/8).

Upaya Farid dengan timnya merupakan langkah inspiratif. Merubah kebiasaan pola jual-beli hasil laut dengan produk Integrated Fisheries Commerce . “Kami tim aruna.id berupaya melayani para nelayan dan konsumen secara langsung lewat inovasi teknologi,” jelas Farid.

Menurut situs resmi aruna.id, Integrated Fisheries Commerce merupakan efisiensi mata rantai perdagangan perikanan yang ada sehingga bisa memberikan benefit maksimal bagi mitra nelayan dan pembeli.

Perjuangan Aruna tidaklah mulus, kendala di lapangan dianggap sebagai ujian untuk proses yang lebih baik. Sebagai pegangan, tim Aruna berpegang pada konsep humanity dan modernity, tim Aruna juga berupaya untuk terus menjadi tim yang berintegritas, memiliki etos kerja tinggi dan semangat bergotong royong demi misi bersama. “Sesuai dengan nilai utama revolusi mental,” jawabnya saat ditanya tentang makna revolusi mental.

Integritas bagi Farid merupakan prinsip yang ingin dia terus pupuk dan tebar ke masyarakat Indonesia “Di awal-awal kami pernah ditipu, saya pikir masalah integritas perlu jadi nilai bersama yang perlu terus disebar,” cerita Farid.

Berbicara kendala pula, bagi Farid perbedaan etos kerja di tiap daerah menjadi tantangan tersendiri. Untuk mensiasatinya, tim Aruna turun langsung ke daerah terlibat dalam aktifitas penangkapan ikan di laut dan berbaur bersama nelayan serta melakukan pembinaan.

Sebagai pimpinan di Aruna, Farid menuturkan bahwa dengan mengajak nelayan sabagai mitra bisnis, tim Aruna berupaya meningkatkan kesejahtaraan hidup nelayan lewat teknologi dan pembinaan.
“Fakta yang memprihatinkan selama 10 tahun terakhir jumlah nelayan di Indonesia menurun 50 persen, dan masih banyak nelayan yang berada dalam jurang kemiskinan,” ungkapnya

Di akhir wawancara, Farid mengajak masyarakat terutama generasi milenial untuk semangat melihat peluang dan jangan mengeluh “Kesempatan kita menjadi bangsa besar terbuka lebar, saatnya berubah untuk tidak mengeluh, bekerja, bermakna dan peduli sesama,” pungkas CEO muda ini. (RO/OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya