Prajurit TNI Harus Taati Hukum Humaniter

MI
13/6/2015 00:00
Prajurit TNI Harus Taati Hukum Humaniter
(ANTARA/Hafidz Mubarak A)
PRAJURIT TNI harus menaati hukum humaniter saat berada dalam situasi pertempuran. Pengabaian terhadap hukum perang dapat mengaburkan misi perjuangan prajurit.

"Kalau hukum humaniter diabaikan, yang terjadi ialah sulit membedakan antara kombatan dan nonkombatan. Kalau itu yang terjadi, semua dianggap sasaran. Ingat itu," kata Panglima TNI Jenderal Moeldoko saat membuka Pelatihan Kedaruratan Wartawan Tahun 2015 di Daerah Latihan Kostrad Sanggabuana, Karawang, Jawa Barat, kemarin.

Terkait dengan kemungkinan wartawan yang bertugas di medan perang, lebih lanjut Moeldoko menyampaikan, wartawan tempur yang diterjunkan di daerah yang memiliki risiko tinggi perlu diperkenalkan ciri-ciri daerah operasi militer. Ciri tersebut biasanya dikenali atas tiga hal, yaitu cuaca, medan, dan musuh (cumemu).

"Ketiga ciri itu memiliki kecenderungan yang hampir sama dengan kecenderungan lingkungan stra-tegis dan mempunyai lingkungan yang sifatnya selalu berubah, memiliki speed yang tinggi, kompleksitas, dan penuh dengan kejutan," ujar Moeldoko dalam rilis yang diterima Media Indonesia.

Semua itu harus ada penyesuaian, baik penyesuaian penggunaan taktik, alutsista, termasuk juga penyiapan moril prajurit. "Untuk itulah, rekan-rekan wartawan diberi waktu peluang untuk semuanya disiapkan dalam hal itu," ujar Moeldoko.

Pelatihan kedaruratan bagi wartawan yang berlangsung pada 12-13 Juni 2015 itu mengambil tema Melalui pelatihan kedaruratan terbentuk wartawan yang berkarakter dan tangguh dalam menghadapi tantangan tugas, yang dilaksanakan dengan tujuan untuk mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh selama latihan teknis kedaruratan wartawan, sehingga dapat bermanfaat dalam peliputan kedaruratan dan peliputan khusus atau situasi darurat.

Adapun materi pelatihan meliputi jelajah dan rintangan malam, pengetahuan navigasi darat, mengesan jejak, melintasi daerah bahaya, survival dan berbivak, menaksir arah dan jarak tembakan, pengetahuan nilai-nilai kejuangan, serta praktik menembak senapan jarak 30 meter. Latihan tersebut melibatkan 87 wartawan. (Pol/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya