Setelah Islah Khusus malah Bersitegang

MI
12/6/2015 00:00
Setelah Islah Khusus malah Bersitegang
(ANTARA/RENO ESNIR)
UPAYA mantan Ketua Umum Golkar Jusuf Kalla untuk menyatukan dua kubu yang berkonflik belum membuahkan hasil konkret. Bahkan, pascaislah khusus untuk pilkada, ketegangan kedua kubu malah memuncak.

"Kalau sekarang muncul lagi ketegangan, berarti kan menandakan perebutan kekuasaan di internal masih ada, dan islah yang disepakati itu belum punya hasil apa-apa," kata Ketua Departemen Riset PARA Syndicate, Toto Sugiarto, di Jakarta, kemarin.

Toto menilai keikutsertaan Golkar dalam pilkada Desember mendatang bergantung pada kondisi internal. Jika berhasil membuat kepengurusan baru kemudian mendaftarkan ke Kemenkum dan HAM, mereka bisa mengikuti pilkada. Sebaliknya, jika tidak berhasil, Golkar otomatis tidak bisa mengikuti pilkada.

Komisioner KPU, Ida Budhiati, mengatakan masih ada waktu bagi partai berkonflik untuk menyelesaikan masalah internal mereka sebelum batas waktu pendaftaran calon pada 26-28 Juli 2015.

Sementara itu, ketegangan mewarnai suasana di sekitar Kantor DPP Golkar di Jalan Nelly Murni, Slipi, Jakarta Barat. Golkar Kubu Agung Laksono, kemarin, mengumpulkan kader di Kantor DPP Golkar. Kabarnya, kubu Aburizal Bakrie akan menyerbu ke markas partai beringin itu.

"Kader Ical mau menyerbu DPP, kabarnya," kata politikus Golkar kubu Agung, Fayakhun Andriadi.

Berkenaan dengan hal itu, aparat Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Barat menyiagakan kendaraan barakuda dan 375 personel gabungan di dekat kantor Golkar untuk mencegah bentrokan di antara kedua kubu.

Di tengah ketegangan itu, Golkar kubu Aburizal Bakrie berencana menggelar rapimnas atas nama pengurus hasil munas Riau pada 12-14 Juni di Hotel Shangri-La, Jakarta. (Uta/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya