Pansel KPK Cari Multikemampuan

MI/(Cah/Adi/P-1)
10/6/2015 00:00
Pansel KPK Cari Multikemampuan
(MI/Rommy Pujianto)
PANITIA Seleksi (Pansel) calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan delapan nama yang akan diajukan ke DPR nanti akan memiliki keragaman keahlian, mulai dari kemampuan masalah perpajakan, penelusuran aset, pencucian uang, sistem anggaran, hingga koordinasi supervisi. Menurut juru bicara Pansel KPK Betti Alisjahbana, hal itu untuk menambal kelemahan kinerja KPK saat ini yang terlalu fokus pada proses penindakan.

Hal itu dapat dimaklumi lantaran KPK sejak awal berdiri diisi oleh pimpinan yang berlatar belakang ilmu hukum pidana. "Jadi KPK periode 2015-2019 diharapkan memiliki kinerja yang lebih besar dalam memberantas dan mencegah tindak pidana korupsi. Pastinya, KPK di masa depan harus dipimpin orang yang memiliki kemampuan beragam. Pasalnya kita ketahui bahwa seperti KPK saat ini lebih didominasi oleh pimpinan yang memiliki latar belakang sama, yaitu hukum pidana," papar Betti di gedung KPK Jakarta, kemarin.

Betti dan delapan anggota Pansel KPK lainnya, kemarin, menemui pimpinan KPK untuk berdialog perihal tantangan KPK di masa depan. Mereka diterima oleh Pelaksana Tugas (Plt) Ketua KPK Taufi equrachman Ruki, Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja, Plt Wakil Ketua KPK Johan Budi, dan Plt Wakil Ketua KPK Indriyanto Seno Adji. Betti mengatakan KPK saat ini terhambat kinerja pencegahan dan penindakan disebabkan kekurangan kemampuan pimpinannya.

Akibatnya, pemberantasan korupsi tidak mampu menyentuh ke ranah lebih luas seperti ekspor-impor, penyerapan anggaran, alokasi anggaran, pendapatan pajak, pencucian uang, dan perampasan aset para terpidana korupsi. Pandangan itu diamini Pelaksana Tugas Ketua KPK Taufiequrachman Ruki. Ia menjelaskan KPK di masa depan harus bertransformasi dan memiliki keragaman kemampuan untuk menghadapi berbagai perkembangan modus korupsi.

"Tadi kami berdiskusi, lalu mengualifi kasi pimpinan seperti apa yang dibutuhkan KPK mendatang. Walaupun dari sisi teoritis KPK butuh 17 kompetensi yang sebenarnya itu sudah manusia super, harapannya ialah lima pimpinan KPK yang punya multikemampuan karena KPK berjalan secara kolegial," ujar Ruki.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya