SIKAP adu gengsi mewarnai kerja sama antara kubu Agung Laksono dan kubu Aburizal Bakrie dalam menyambut pemilihan kepala daerah (pilkada).
Mantan Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla pun kembali diminta turun tangan untuk mempertemukan dua kubu itu sehingga rapat perdana kerja sama menyambut pilkada itu dapat segera digelar.
"Kepada Ketua Umum Agung Laksono atau Sekjen Zainudin Amali, tolong hubungi Pak Jusuf Kalla. Kapan beliau ada waktu untuk mengundang dua kubu, lalu beliau mengawasi," kata Ketua Tim Kerja Sama dari Kubu Agung, Yorrys Raweyai, dalam jumpa pers di Jakarta, kemarin.
Ia menjelaskan, setelah naskah kerja sama diteken pada Sabtu (30/5) lalu oleh Agung dan Ical, kedua kubu belum pernah saling bicara hingga sekarang.
"Misalnya, kapan rapat perdana akan dimulai, tak ada kubu yang mau berinisiatif. Kalau kami yang mengundang, kubu Ical tidak hadir. Begitu pun sebaliknya. Kami minta Pak Jusuf Kalla mengundang segera 10 orang ini," terang Yorrys.
Dalam rapat yang digelar kemarin, kubu Agung membentuk tim kerja sama teknis yang beranggotakan lima orang, yaitu Yorrys Raweyai, Lawrence Siburian, Ibnu Mundzir, Gusti Iskandar, dan Lamhot Sinaga. Bersama tim yang juga dibentuk oleh kubu Ical, mereka bertugas menjaring calon kepala daerah yang akan diusung Partai Golkar.
Pada kesempatan itu, Yorrys juga mengatakan pihaknya rela tim kerja sama itu dipimpin oleh orang dari kubu Ical.
"Tidak apa-apa dia memimpin, asal sesuai kesepakatan," katanya.
Kesepakatan yang dimaksudnya itu ialah soal mekanisme kerja sama yang harus didasarkan pada dua prinsip, yaitu sesuai dengan aturan KPU dan sesuai mandat Mahkamah Partai Golkar serta SK Menkum dan HAM. (Nur/P-1)