PRESIDEN Joko Widodo menegaskan tidak ada kompromi dan memerintahkan langkah yang tegas dalam penegakan hukum bagi pelaku perusakan atau penjahat lingkungan.
''Tidak ada kompromi untuk illegal fishing (pencurian ikan), illegal mining (penambangan liar), illegal logging (pembalakan liar) yang meyebabkan kerusakan lingkungan luar biasa,'' kata Jokowi saat konferensi pers peringatan Hari Lingkungan Dunia, di Istana Bogor, kemarin.
Saat berpidato, Presiden menegaskan komitmen pemerintah meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan hidup, sehingga harus ada pengaturan tata ruang. ''Tata ruang penting sekali, terutama yang saya lihat di lapangan, di sektor pertambangan, perhutanan, kelautan, itu yang perlu perhatian khusus,'' kata Presiden.
''Mari jadikan bumi tempat yang nyaman, bisa mencukupi kebutuhan seluruh manusia, tapi tak akan cukup memenuhi kebutuhan segelintir orang yang serakah,'' tambah Presiden.
Di tempat terpisah, pada malam harinya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kementerian LHK) menyelenggarakan acara Malam Anugerah Lingkungan kepada individu, pemerintah kota/kabupaten, dan puluhan sekolah yang berprestasi di bidang lingkungan. Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Menteri LHK Siti Nurbaya.
Senada dengan Presiden, Siti Nurbaya juga menegaskan bagi Kementerian LHK tidak akan ada toleransi bagi pelaku kejahatan lingkungan. Siti mengakui tidak mudah menangkap pelaku kejahatan lingkungan, karena hampir di setiap sudut terutama terkait dengan hutan, pasti terdapat oknum aparat dan pemerintah yang terlibat. ''Itu menjadi tantangan yang dahsyat, tetapi harus diselesaikan,'' ujarnya.
Pada malam anugerah lingkungan itu, 31 daerah dari seluruh Indonesia mendapatkan penghargaan Penyusun Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD) terbaik. Sebelas orang menerima Kalpataru, 95 sekolah dari 20 provinsi mendapatkan penghargaan Adiwiyata, serta 122 orang dan 5 lembaga konservasi mendapatkan penghargaan khusus penyerahan kakaktua jambul kuning.
Hari lingkungan hidup internasional yang jatuh pada 5 Juni juga dirayakan oleh seluruh warga dunia. (Pro/Ant/X-8)