Pansel Blusukan Jaring Calon Pimpinan KPK Berkualitas
MI
05/6/2015 00:00
(MI/RAMDANI)
PANITIA Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi akan blusukan ke berbagai instansi dan kampus guna menjaring calon pimpinan (capim) KPK periode 2015-2019. Upaya itu bertujuan mendapatkan calon berkualitas yang akan menggerakkan roda pemberantasan korupsi ke depan.
"Kami akan melibatkan berbagai kelompok strategis untuk mengidentifikasi kandidat-kandidat yang bagus, lalu meminta mereka untuk mendukung dan mendorong kandidat tersebut mengikuti proses seleksi yang akan dilakukan pansel," ujar juru bicara Pansel Capim KPK Betti Alisjahbana saat dihubungi di Jakarta, kemarin.
Ia menjelaskan upaya jemput bola tersebut sudah dan akan terus dilakukan sampai masa pendaftaran usai pada 24 Juni 2015. Pansel secara resmi telah membuka pendaftaran capim KPK mulai hari ini. "Sudah dan sedang dilakukan ke berbagai kelompok strategis. Contohnya, Forum Pemred, Koalisi Antikorupsi, Forum Rektor, Asosiasi Profesi, NU, Muhammadiyah, dan Forum Lintas Agama," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Wadah Pegawai KPK, Faisal, mengharapkan pansel bisa mendapatkan delapan calon yang memiliki keberanian selain syarat integritas, kepemimpinan dan manajemen, independen, serta kompetensi (IKIK).
"Pertama harus berani, mau berjuang, dan selesai dengan dirinya. Kedua, tidak otoriter, egaliter. Ketiga, memiliki kemampuan untuk membenahi internal KPK, khususnya pengelolaan dan pengembangan SDM di tubuh KPK," paparnya.
Pimpinan KPK ke depan, sambung Faisal, tidak boleh memiliki sikap otoriter karena sikap tersebut akan cenderung untuk melanggar kewenangan yang diatur dalam UU KPK. "Jadi pimpinan yang berwatak otoriter jelas kami tolak. Itu jelas tidak sehat bagi masa depan KPK," tegasnya.
Di sisi lain, dua pimpinan KPK yang bertugas saat ini enggan untuk kembali mencalonkan diri. Pasalnya, mereka merasa sudah cukup dan KPK harus lakukan regenerasi. Hal itu diungkapkan Pelaksana Tugas Wakil Ketua KPK, Indriyanto Seno Adji. "Dipecat dari sini saja belum, kok mikir daftar lagi," ujarnya.
Pernyataan serupa juga sebelumnya diungkapkan oleh Wakil Ketua KPK Zulkarnain. Menurutnya, pengabdian di KPK sudah cukup selama empat tahun, dan tinggal menunggu pimpinan baru yang memiliki energi baru. "Saya rasa sudah cukup berada di KPK dan sekarang saatnya bagi yang memiliki energi lebih untuk melanjutkan visi pemberantasan korupsi," pungkasnya. (Cah/P-3)