Ekspedisi NKRI Kopassus Temukan Bom Ikan

MI/Adi/P-2
05/6/2015 00:00
Ekspedisi NKRI Kopassus Temukan Bom Ikan
(ANTARA FOTO/Novrian Arbi)
ILLEGAL fishing masih saja marak di perairan Indonesia. Di akhir Ekspedisi NKRI 2015, kemarin, Tim Satuan 81 Pasukan Katak Kopassus menangkap perahu bermuatan 50 bom ikan. Ketua tim, Lettu Inf Franky Asmadi yang memimpin patroli di perairan Labuan Mapin, Alas Barat, Sumbawa, NTB mengungkapkan sekitar pukul 05.00 Wita, tim membuntuti perahu nelayan yang terlihat mencurigakan, merapat di sekitar tanaman bakau, terpisah dari perahu nelayan lainnya.

Tidak salah, setelah perahu digeledah ditemukan 50 botol bom ikan yang sudah disiapkan untuk menangkap ikan secara ilegal. "Sebelumnya kami hanya dapat informasi dari masyarakat sekitar, bom ikan dan potas masih digunakan para nelayan," ujar Franky. Kecurigaan muncul pada saat Tim Satuan 81 Pasukan Katak Kopassus bertemu dengan beberapa nelayan dan mereka memutuskan untuk mengecek satu per satu perahu nelayan tersebut.

"Kami sebelumnya tidak mendapati hal-hal yang mencurigakan. Namun, sekitar pukul 08.40, ada satu perahu terpisah dari perahu lainnya sehingga dilakukan pengejaran. Perahu itu masuk ke lorong-lorong bakau sehingga kami agak kesulitan. Akhirnya kami matikan mesin dan mulai mendayung," jelas Franky. Setelah terkejar, tim naik ke perahu yang dicurigai tersebut.

Namun si pemiliknya telah raib dan di lambung perahu ditemukan 50 botol bom ikan lengkap dengan sumbunya dan siap untuk digunakan. Belum diketahui siapa pemilik perahu bermuatan bom ikan tersebut. Nelayan yang ikut serta dalam operasi pun mengaku tidak mengetahuinya. "Sekarang perahu beserta barang bukti berupa bom ikan sudah kami amankan. Selanjutnya kami serahkan kepada pihak yang berwenang untuk diproses secara hukum. Bom itu tentu dilarang karena merusak te-rumbu karang yang menjadi habitat ikan," jelas Franky.

Perahu dengan muatan bom ikan itu merupakan temuan pertama selama tim berpatroli di kawasan tersebut. "Temuan ini kali pertama di sekitar Labuhan Mapin. Mungkin karena dikira pasukan berada di Labuhan Bajo sehingga di sana tidak ditemukan nelayan membawa bom ikan," pungkasnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya