PRESIDEN Joko Widodo terus membagikan kartu sakti secara simbolis kepada masyarkat. Pola interaksinya dalam sejumlah kesempatan tampak serupa dan berlangsung sederhana. Pada Selasa (2/6) sore, di bawah tenda biru di depan Balai Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Jokowi berdiri di depan mikrofon di hadapan ratusan warga.
Ia memanggil satu persatu dari 11 perwakilan penerima kartu Indonesia sehat (KIS) di wilayah itu. Para penerima lantas dibariskan di kanan dan kiri Presiden. Ia lantas menawarkan sebuah sepeda bagi yang bisa menjawab pertanyaannya. Jokowi menguji mereka dengan menyebut bahwa pertanyaannya bakal sulit. Salah satu warga nyeletuk, meminta agar pertanyaan yang mudah saja.
"Ini bisik-bisik (pertanyaannya) sing gampil mawon (yang mudah saja). Berani ya merintah Presiden. Tak kasih sing angel (sulit)," kelakar Jokowi, sembari menunjuk seorang warga yang mengusulkan itu. Tawa hadirin pun pecah. Presiden lantas meminta para penerima KIS beradu cepat mengangkat tangan untuk menjawab pertanyaannya. Sekitar 16 detik berpikir sambil sesekali bergumam, 'Apa ya pertanyaan yang sulit', Jokowi lalu meminta menyebutkan lima provinsi di Indonesia.
Sarwi, salah seorang peserta, cepat mengacungkan telunjuk. Ia lalu menyebut Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan DI Yogyakarta. Saat mendengar itu, Presiden bersoloroh, 'Lo ini masak Jawa semua. Yang lain coba'. Salah seorang peserta lainnya menimpali, 'Daerah Istimewa Aceh'. Meski jawaban Sarwi kurang memuaskan, Jokowi tetap memberikannya hadiah sebuah sepeda bermerek Polygon.
"Gih, pendet (bawa)," ucap sang Presiden. Selain KIS, Jokowi juga membagikan kartu Indonesia pintar (KIP). Sukardi Rinakit, anggota tim komunikasi Presiden, mengakui pola komunikasi sederhana seperti itu merupakan orisinal inisiatif Presiden sendiri.