TEPAT menginjak usia emas, Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) semakin memperkukuh komitmen mereka untuk membangun negeri. Generasi muda pun mendapat atensi dari lembaga yang didirikan sang proklamator, Soekarno, itu.
Tidak hanya itu, sosialisasi terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam empat konsensus dasar Indonesia juga masih terus digemakan dari Sabang sampai Marauke.
"Lima puluh tahun sudah lembaga yang dulu didirikan Bung Karno ini berdiri. Pendidikan yang diberikan Lemhannas juga mengalami perkembangan yang sangat pesat. Begitu juga peran Lemhannas terhadap pembangunan bangsa ini," ujar Gubernur Lemhannas Budi Susilo Soepandji di sela-sela perayaan ulang tahun ke-50 Lemhannas yang diramaikan dengan aksi jalan sehat dan serangkaian acara lainnya di Jakarta, kemarin.
Dalam dua tahun terakhir, sambung Budi, Lemhannas berupaya mendekati segala lini yang berpengaruh terhadap pembangunan negara agar kajian yang dibuat lebih komprehensif. Itu dimulai dari media massa yang senantiasa mengabarkan kondisi Indonesia terkini, partai politik, pemerintahan termasuk kementerian/lembaga, DPR/MPR/DPD, hingga Kamar Dagang dan Industri (Kadin).
Mengingat pembangunan tak lepas dari kontribusi generasi muda, Lemhannas gencar merangkul generasi penerus bangsa.
"Dari anak-anak muda, kita bisa peroleh spektrum yang luas. Namun, mereka harus diberikan literasi kebangsaan agar sudut pandangnya kian terasah," tuturnya.
Di samping mengajak anak-anak muda yang tergabung dalam beragam organisasi untuk gabung dalam kegiatan pendidikan singkat, kata dia, pihaknya bekerja sama dengan beberapa universitas terpandang di negeri ini. Di antaranya Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, dan dalam waktu dekat ialah Universitas Pertahanan.
Kerja sama yang dilakukan termasuk memberikan literasi yang dikemas dalam kurun waktu beberapa bulan saja. Generasi muda yang ingin dijaring di kisaran usia 25-40.
"Lemhannas juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin menggunakan laboratorium kepemimpinan nasional atau laboratorium ketahanan nasional. Meski sejauh ini kebanyakan yang memanfaatkan dari kalangan akademisi, ke depan semoga semakin banyak golongan masyarakat yang tertarik," jelasnya.
Lemhannas juga menyadari kesuksesan sosialisasi empat konsensus dasar terhadap masyarakat dari Sabang sampai Marauke tidak bisa dilakukan sendiri. Pihaknya memerlukan dukungan dari lembaga suprastruktur politik, yakni legislatif, eksekutif, yudikatif, dan pemerintah daerah.
"Tidak lupa, memperkuat kerja sama dengan partai politik yang merupakan infrastruktur politik. (Tes/P-1)