KETUA Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan susunan kepengurusan periode 2015-2020 tahap pertama di Cibubur, Jawa Barat, kemarin. Menurut SBY, pengumuman pengurus dilakukan sebagian karena dalam AD/ ART Demokrat tidak semua pemilihan pengurus menjadi kewenangan tim formatur. "Ada posisi tertentu yang dimandatkan kepada ketua umum," ujarnya. Untuk wakil ketua umum, SBY menunjuk mantan Menkop dan UKM Syarifudin Hasan dan mantan Menpora Roy Suryo.
Nurhayati Ali Assegaf yang sebelumnya sebagai wakil ketua umum kembali dipercaya menghuni posisi tersebut. Mohammad Jafar Hafsah yang sebelumnya sebagai ketua departemen ke sejahteraan rakyat dan Cornel Simbolon yang sebelumnya menjabat sebagai ketua divisi pembinaan organisasi juga menjadi wakil ketua umum. Wajah lama yang juga dipercaya menjadi wakil ketua umum ialah Djoko Udjianto.
Anggota DPR RI itu sebelumnya merupakan ketua departemen penanaman modal dan investasi. Posisi sekjen ditempati Hinca Pandjaitan, mantan ketua divisi komunikasi publik. "Susunan pengurus lengkap akan diumumkan jelang pelantikan Juni mendatang," lanjut SBY. Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Gun Gun Heryanto mengatakan SBY semakin mengukuhkan loyalisnya di posisi penting.
"Tidak ada perubahan yang signifikan," kata Gun Gun kepada Media Indonesia, kemarin. Ia pesimistis Demokrat dapat bertarung di pilkada serentak. Kendati sosok SBY masih diterima di internal, Demokrat sebaiknya jangan terlalu menggantungkan diri pada sosok Presiden Indonesia keenam itu. "Apakah SBY masih menjadi sosok di mata publik? Kalau rontok di pilkada, jadi warning," cetusnya.