PANITIA Seleksi Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi menginginkan adanya pimpinan yang benar-benar pas dengan kebutuhan lembaga antirasywah itu saat ini. Diusulkan, pansel ditopang oleh tim penelusuran khusus. Hal itu disampaikan mantan anggota Pansel KPK Imam B Prasodjo saat audiensi dengan Pansel KPK di Sekretariat Negara, Jakarta, kemarin. Menurut Imam, pencarian terhadap pimpinan yang sesuai dengan kondisi terkini KPK juga bisa dilakukan lewat bantuan intelijen dan penegak hukum.
Pada eranya, pansel melibatkan Polri, kejaksaan, dan BIN dalam menelusuri rekam jejak para calon. "Saya usulkan tambah kelompok tracker independen," ujarnya. Kata Imam, tim khusus itu akan mempermudah kerja pansel. Ia juga menyarankan agar dikuatkan dalam proses seleksi itu mengenai loyalitas calon pimpinan pada pengabdiannya di KPK. Itu demi mencegah beralihnya pimpinan pada jabatan politik tertentu. Juga terkait dengan penempatan bekas pimpinan KPK pada jabatan yang potensial berurusan secara hukum dengan KPK.
Imam juga ingin agar ada pakta integritas bagi para pemimpin KPK terpilih nantinya. Kesepakatan tertulis untuk menjamin pimpinan KPK menyelesaikan masa jabatan selama lima tahun. "Harus menandatangani semacam pakta integritas bahwa lima tahun dia tidak akan meninggalkan tempat apa pun alasannya," katanya. Selain bertemu dengan Imam, pansel juga mengundang Sekretaris Jenderal KPK Himawan Adinegoro dan mantan komisioner KPK Amien Sunaryadi. Audiensi tersebut dimaksudkan untuk menyusun materi penyeleksian demi menemukan tipe pemimpin yang bisa memperkuat KPK periode selanjutnya.
"Materi-materi itu kami gunakan untuk mempertajam materi seleksi pimpinan KPK. Kami saat ini lebih banyak mendengar, belum memutuskan," tutur Betti S Alisjabana, juru bicara Pansel KPK. Pertemuan dengan Sekjen KPK, tambahnya, membicarakan tentang studi KPK mengenai profil kompetensi yang dibutuhkan dari seorang pemimpinnya. Lewat studi itu, KPK menyodorkan 17 kompetensi pimpinan.
"Kita ingin tahu situasinya seperti apa, tantangannya apa, profil dari organisasi KPK, pegawainya seperti apa, dan sebagainya, dan itu meme-ngaruhi tipe kepemimpinan seperti apa yang akan dibutuhkan," tutur Betti. Himawan Adinegoro meng-ungkapkan bahwa pihaknya telah memberikan saran dan kajian kepada pansel soal kepemimpinan yang dibutuhkan KPK. "Tentang kepemimpinan dari pimpinan KPK yang akan datang. Itu saja. Yang lain tanyakan semua ke pansel," kilahnya. Ketika ditanya soal 17 kompetensi pimpinan KPK, ia enggan memerincinya. "Ya ada integritas dan lain-lain. Banyak," ucapnya singkat.