Dua Anak Buah Santoso Tewas

26/5/2015 00:00
Dua Anak Buah Santoso Tewas
(MI/Subandi Arya )
PERBURUAN terhadap terduga teroris jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) terus dilakukan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri di wilayah Poso, Sulawesi Tengah. Aksi yang diwarnai baku tembak itu menyebabkan dua tersangka tewas dan dua personel Polri terluka.

Personel Polri yang terluka berasal dari Sa-tuan I Gegana Korps Brimob, antara lain Bripka Wayan Sedana dan Brigadir Wayan Pande. Pande menderita luka tembak di lengan dan paha, sedangkan Sedana mengalami luka di pelipis saat mengamankan tersangka.

Namun, Polri enggan memerinci identitas dua tersangka DPO kasus terorisme yang tewas saat kontak senjata pada Minggu (24/5) pukul 18.45 Wita itu. "Insiden terjadi di pegunungan Desa Gayatri, Kecamatan Poso Pesisir Utara," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Agus Rianto di Jakarta, kemarin.

Dari hasil indentifikasi sementara di TKP, kata Kapolres Poso AKB Rony Suseno, kedua anak buah Santoso yang tewas tersebut ialah Aziz alias Papa Syifa dan Eno alias Ino.

Di tempat kejadian petugas menyita sejumlah barang bukti seperti 1 senjata api M16 berikut 2 magasin, 20 butir amunisi M16, 20 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter, 2 bom lontong, dan 2 parang.

Lebih lanjut, Agus menjelaskan pengung-kapan kasus itu dilakukan secara estafet di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah. Dua hari sebelum penembakan, petugas juga menangkap satu terduga teroris berinisial AQ yang menyimpan 670 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter.

Kemudian, lanjut dia, beberapa jam pascabaku tembak, petugas kembali menangkap dua terduga teroris berinisial AZ dan S. Selanjutnya pada Senin (25/5) dini hari, tiga orang berinisial F, AI, dan H juga ditangkap di Makassar.

Menurut Rony Suseno, polisi masih akan mengetes DNA kedua jenazah dengan memanggil keluarga mereka ke Palu. Keduanya warga Poso yang masuk DPO polisi.

Kelompok MIT pimpinan Santoso yang bersembunyi di hutan Poso kerap melancarkan serangan terhadap polisi. (Gol/UB/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya