Perbaiki Kinerja sebelum Minta Gedung Baru

24/5/2015 00:00
Perbaiki Kinerja sebelum Minta Gedung Baru
(MI/SUSANTO)
DIREKTUR Populi Center Nico Harjanto menilai pembangunan gedung yang direncanakan DPR belum mendesak. Ia meminta kinerja anggota dewan lebih baik diperbaiki terlebih dahulu sebelum mereka meminta pembangunan gedung baru.

"Mereka harus meyakinkan masyarakat bahwa mereka menggunakan gedung parlemen dengan baik. Jangan sampai (anggota DPR) enggak pernah berkantor di DPR dan tidak ikut sidang tapi teriak teriak mengusulkan pembangunan gedung," kata dia saat ditemui di Jakarta, kemarin.

Ia meminta DPR agar bisa mengubah cara berpikir terlebih dahulu. Ia mencontohkan pada pembukaan masa sidang keempat, separuh anggota DPR tidak hadir di dalam sidang paripurna. Itu menunjukkan, kata Nico, DPR belum disiplin. "Bagaimana mereka menuntut fasilitas dengan membebani keuangan negara dan rakyat, tapi kinerja mereka tidak serius?" tegasnya.

Karena itu, ujarnya, anggota DPR harus bisa konsisten. Jika mau membangun gedung, mereka harus bisa meyakinkan bahwa DPR diisi para anggota yang memang bekerja di sana.

Ia mengutarakan ada motif ekonomi di balik kukuhnya DPR dalam membangun ge dung baru. "Karena di setiap proyek besar ada kickback, ada semacam komisi. Mungkin DPR perlu mengembalikan modal kampanye yang lain.

Kebutuhan objektifnya tidak mendesak. Memang ke depan DPR gedungnya perlu dimodernisasi, tetapi enggak mendesak. Justru DPR harus memodernisasi akhlak, moral, dan cara kerja terlebih dahulu. Itu yang lebih penting," ujarnya.

DPR memasuki masa sidang keempat pada 18 Mei 2015.

Dalam sidang paripurna, sejumlah recana pembangunan dalam rangka implementasi reformasi DPR dipaparkan.

Ada tujuh tahapan yang akan dilakukan untuk penguatan kelembagaan, dimulai dengan membangun alun-alun demokrasi sebagai plaza reformasi pada tahapan pertama. Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan tujuan pembangunan alun-alun demokrasi tersebut ialah untuk mengembalikan khazanah bangsa yang hilang guna melahirkan DPR RI yang mo dern.

Alun-alun tersebut disediakan bagi publik supaya bisa menyampaikan aspirasi. Selain lebih mudah didengar, demonstrasi di dalam kawasan DPR tidak akan mengganggu ke tertiban dan tidak mengganggu lalu lintas. (Nur/ Nov/P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya