Biarin, Saya Pegangan Kursi Saja

23/5/2015 00:00
Biarin, Saya Pegangan Kursi Saja
(ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang)
Ajudannya, Kolonel Penerbang M Tony Harjono, pun mengingatkan Presiden untuk mengikuti prosedur keamanan penerbangan.

PESAWAT kepresidenan berada di atas Laut Jawa ketika tirai abu-abu yang membatasi kabin untuk penumpang utama, atau very important person (VIP), dengan kabin penumpang biasa pesawat tersingkap dengan pelan.

Kepala Joko Widodo, Presiden RI, tiba-tiba menyembul dari sana.

Itu pemandangan yang tak asing. Presiden memang kerap berbincang dengan pewarta dalam perjalanan di pesawat kepresidenan. Itu diawali dengan obrolan ringan, bertanya kabar, kondisi pewarta yang ikut kunjungan kerja maratonnya, kemarin malam. Hal itu pun mengarah ke pembicaraan serius soal isu terkini, yakni pemilihan sembilan srikandi anggota Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Kebijakan Presiden itu menciptakan efek kejut karena baru kali ini Pansel Calon Pimpinan KPK seluruhnya diisi kaum hawa. Presiden mengaku punya pandangan sendiri soal bentukan KPK ke depannya.

Presiden mengakui ada banyak nama calon anggota yang masuk ke mejanya sejak lama.

Tanpa menyebut secara eksplisit satu per satu, ia membenarkan bahwa nama-nama yang beredar selama ini di media massa termasuk di dalamnya. ''Saya juga bingung, kok banyak banget yang masuk (jadi calon),'' selorohnya, tanpa menyebut dari mana saja usul nama-nama itu.

Ia sudah punya gambaran sejak awal soal komposisi keahlian dari tiap anggota Pansel Calon Pimpinan KPK itu.

Menurutnya, pansel dihadapkan tidak sekadar pada urusan hukum.

Ia mencontohkan KPK memerlukan pemahaman soal perilaku, yang membuatnya memilih psikolog Supra Wimbarti, serta pengetahuan soal manajemen dan teknologi informasi, yang ada pada diri Betti Alisjahbana.

Di tengah perbincangan yang berlangsung di atas Laut Jawa pada ketinggian 36 ribu kaki (sekitar 11 km) itu, pesawat mulai bergoyang laiknya angkot yang melintas jalanan rusak. Turbulensi. Lampu panel tanda keharusan mengenakan sabuk pengaman menyala.

Ajudannya, Kolonel Penerbang M Tony Harjono, pun mengingatkan Presiden untuk mengikuti prosedur keamanan penerbangan untuk kembali ke kursi dalam penerbangan Makassar-Jakarta itu.

''Udah biarin. Saya pegang an saja ke kursi,'' celotehnya, sambil menggenggam sandaran dua kursi penumpang, dengan badan begoyang-goyang, bak naik bus metromini yang kursinya sudah terisi penuh.

Jokowi lantas melanjutkan, nama-nama itu dipilih hanya dalam waktu dua hari.

Akan tetapi, itu bukan berarti terburu-buru.

Jokowi menyebut dirinya sudah punya informasi soal latar para srikandi itu sejak lama, sekaligus telah memiliki visi tentang bagaimana seharusnya KPK jilid baru nanti untuk mengatasi ‘turbulensi’ kuat yang sedang dihadapi KPK.

''Dua hari saya coret-coret (daftar calonnya), udah jadi,'' aku dia.

Presiden memastikan nama-nama tersebut dipilihnya sendiri, tanpa berpegang pada ‘kursi’ apa pun di luar visinya. ''Iyalah (di luar dugaan). Saya pilih karena keahliannya. Kebetulan saja perempuan semua, he he,'' ucapnya terkekeh.

Turbulensi yang awalnya masih agak bisa ditoleransi Presiden itu bertambah kekuatannya. Tony yang wajahnya terlihat makin risau kembali menyentuh pundak Jokowi dan mengingatkannya untuk kembali ke kursi nya.

''Sudah diingatkan dua kali toh. Ya sudah, saya harus balik, ya, he he,'' tutupnya.

(Arif Hulwan/P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya