Pansel Siap Melamar Calon

MI/ Indriyani Astuti
23/5/2015 00:00
Pansel Siap Melamar Calon
(Sumber Tim Riset MI)
SRIKANDI anggota Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi yang berjumlah sembilan orang akan membuat gebrakan, yakni mencari sekaligus melamar figur-figur yang dianggap layak memimpin lembaga antirasywah. Anggota pansel, Betty S Alisjahbana, mengatakan pihaknya tidak akan menunggu bola menerima lamaran orang-orang yang akan mendaftar sebagai calon komisioner KPK jilid IV. "Pansel akan mendorong semua kalangan untuk mencalonkan diri. Kami juga terbuka dan melibatkan masyarakat untuk melihat rekam jejak para kandidat," kata Betty saat dihubungi, kemarin.

Betty juga mengatakan akan meng-undang mantan komisioner dan penasihat KPK, juga pemangku kepentingan lainnya untuk berdiskusi. "Kami ingin tahu teknis bekerja KPK seperti apa," tutur mantan juri Bung Hatta Anti-Corruption Award itu. Anggota pansel Yenti Garnasih sepakat pansel tidak boleh berpangku ta-ngan menerima lamaran untuk mencari figur terbaik yang mumpuni dan berintegritas. "Seharusnya memang proaktif jemput bola untuk menjaring para calon komisioner," ucap pakar antipencucian uang itu.

Namun, Yenti belum bisa berbicara lebih jauh tentang konsep dan strategi penjaringan calon. "Harus bicara dengan anggota pansel yang lain." Mantan anggota Pansel KPK, Imam Prasodjo, menyarankan pansel mencari calon ke berbagai kalangan, termasuk kejaksaan, kepolisian, atau institusi lain. "Tapi jangan menjamin mereka lolos, ada proses seleksi." Sosiolog UI itu menilai tim pansel memiliki kompetensi. Ia mencontohkan nama Harkristuti Harkrisnowo yang pernah menjadi bagian dari tim Pansel KPK. "Harkristuti bisa jadi salah satu yang memberikan kontribusi penting karena pernah menjadi tim pansel," terangnya.

Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja mengatakan publik harus bisa bertanya langsung dalam proses seleksi. "Harus dibuat sistem bagaimana publik bisa bertanya langsung kepada calon," ujar Wakil Ketua KPK Adnan Pandu di Bandung, Jabar, kemarin. Ia mengatakan tujuan publik bisa terlibat langsung dalam seleksi KPK agar para calon terpilih memiliki tanggung jawab moral yang sangat kuat. "Sehingga pimpinan KPK ke depan bisa lebih maksimal menjaga integritasnya," ungkapnya.

Tidak dilibatkan
Meski mengaku tidak dilibatkan dalam proses pembentukan Pansel KPK, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengapresiasinya. "Kita, khususnya wanita tentu bangga bahwa semua pansel itu perempuan. Ini juga menggambarkan kalau ada masalah korupsi, apa yang ditangkap atau akibatnya, wanita kan sangat merasakannya," kata JK di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, kemarin.

Terkait dengan Ketua Pansel KPK Destry Damayanti yang lebih kental berlatar belakang ekonom, JK mengatakan, "Tidak ada masalah sebab nantinya komisioner KPK harus mengerti dengan masalah ekonomi, bukan hanya hukum semata." Presiden Joko Widodo mengaku penyusunan Pansel KPK dibuat sendiri dalam dua hari. "Dua hari saya coret-coret (daftar calonnya), udah jadi," tutur Jokowi di pesawat kepresidenan saat berada di atas Laut Jawa, Jumat (22/5) malam.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya