Demokrat Hindari Matahari Kembar

18/5/2015 00:00
Demokrat Hindari Matahari Kembar
(ANTARA/Zabur Karuru)
PEMILIHAN Sekretaris Jenderal dan formatur kepengurusan Partai Demokrat diputuskan di bawah kendali Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono.

Menurut kader Partai Demokrat sekaligus mantan Wakil Ketua Umum Max Sopacua, hal itu untuk menghindari adanya matahari kembar di tubuh partai berlambang mercy itu.

"Kalau sekjen, itu sebuah nama yang memang harus sesuai dengan keinginan SBY.Banyak orang tertentu, nanti muaranya di ketua umum, mereka harus cocok. Roda organisasi diputar oleh sekjen dan ketua umum sebagai penentu akhir. Jangan sampai ada dua matahari," kata Max ketika dihubungi, kemarin.

Sosok sekjen, sambungnya, tidak hanya punya kedekatan dengan ketua umum, tetapi juga mampu menjalin hubungan dengan semua pemangku kepentingan partai di pusat dan daerah. Hal itu dimaksudkan agar Demokrat tetap kondusif hingga pelosok daerah.

Ia juga mengusulkan SBY tidak memilih Sekjen Partai Demokrat dari kalangan anggota DPR. Pasalnya, tugas sekjen sangat berat karena harus menaruh perhatian penuh pada partai selama lima tahun ke depan.

"Sekjen kita butuhkan setiap hari, paling tidak dia harus ada di kantor DPP," ujar dia.

Sebelumnya, Edhie Baskoro Yudhoyono menyatakan tidak mau dipilih lagi sebagai Sekjen Partai Demokrat saat Kongres IV di Surabaya berlangsung pekan lalu.

Politikus senior sekaligus mantan Ketua Harian Partai Demokrat Syarief Hasan menambahkan, Susilo Bambang Yudhoyono akan meram pungkan susunan kepengurusan partai dalam waktu dua minggu.

"Ketua formatur diberi kesempatan untuk merampungkan tugas ini paling lambat dua minggu," kata dia di Jakarta, kemarin.

Terkait posisi sekretaris jenderal, Syarief mengisyaratkan jabatan itu harus diisi oleh kader partai. Ia menepis namanama seperti Dino Patti Djalal, Dipo Alam, dan Andi Arief bisa duduk di jabatan sekjen.

"Ya harus jadi kader dulu," tepis Syarief.

Sebelumnya, Kongres IV Partai Demokrat mengamanatkan Susilo Bambang Yudhoyono membuat tim formatur yang beranggotakan sembilan orang untuk menentukan komposisi pengurus periode 2015-2020.Tim formatur otomatis diketuai oleh SBY dan nantinya dipilih delapan anggota lain, yang tiga di antaranya berasal dari perwakilan ketua DPD di Indonesia. (Ind/P-1)




Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya