EMPAT negarawandariera kepemimpinan berbeda berbagi kisah tentang perjalanan hidup dan karier mereka di hadapan generasi muda dalam acara Kultum Supermentor ke-6, di Jakarta tadi malam. Mereka memberi motivasi mengenai ilmu kepemimpinan, resep sukses, etos kerja, dan prinsip hidup.
Tampil sebagai pembicara pertama Wakil Presiden ke-6 Indonesia Try Sutrisno sekaligus mantan Panglima TNI. Sebagai seorang prajurit, katanya, keberanian mengambil risiko demi mengemban tugas negara menjadi landasan hidupnya.
"Dalam berjuang seseorang harus menerima risiko. Ada tiga risiko saat tentara berangkat operasi, yakni selamat, invalid, atau mati. Namun, yang penting pemimpin harus bisa menjadi teladan. Kalau tidak introspektif, sulit menjadi teladan," tuturnya. Di sisi lain, Presiden ke-3 RI BJ Habibie berkisah mengenai kebijakan yang diambil semasa kepemimpinannya. Pria yang mengenyam pendidikan di Universitas Teknologi Rhein Westfalen Aachen, Jerman, itu mengatakan seorang pemimpin dalam membuat kebijakan harus memperhatikan dampaknya.Menurutnya, kebijakan yang diambil jangan menimbulkan masalah baru.
"Yang perlu digarisbawahi saat lepasnya Timor Timur, kemerdekaan Timor Leste tidak pernah diproklamasikan Indonesia. Timtim saudara kita dan mari sama-sama membangun," tegasnya.
Lebih lanjut, hadirin dihibur sejenak oleh lantunan lagu yang dibawakan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono. Ia menyanyikan lagu Ku Yakin Sampai di Sana yang diciptakannya pada 2007. Dari pengalamannya selama sepuluh tahun memimpin bangsa, Yudhoyono berpesan, gunakanlah kekuasaan sebagai amanat dan yang paling penting bagaimana mengontrolnya. "Penyalahgunaan kekuasaan bisa mengarah pada korupsi," tambahnya.
Sementara itu, Presiden pertama Timor Leste Xanana Gusmao mengatakan seorang pemimpin tidak melihat musuhnya sebagai musuh. Itulah kekagumannya pada Try Sutrisno.Pemimpin Fretilin itu mengisahkan, saat penangkapannya di Dili, ia diborgol. Try Sutrisno meminta borgolnya dibuka. "Di situ saya merasa orang ini manusiawi," kenang Xanana.
Seorang pemimpin, lanjut Xanana, harus bertanggung jawab, tidak memikirkan diri sendiri dan golongan.Harus konsisten dan beri contoh baik.(Ind/X-8)