Kongres Partai Demokrat bakal Tetap Pilih SBY

FL/Adi/X-10
12/5/2015 00:00
Kongres Partai Demokrat bakal Tetap Pilih SBY
LDP Kumham deklarasikan dukungannya kepada Susilo Bambang Yudhoyono sebagai ketua umum Partai Demokrat.(ANTARA/Zabur Karuru)

SUHU politik di tubuh Partai Demokrat memanas menjelang kongres dengan agenda utama memilih ketua umum.

Para kader dari 161 dewan pimpinan cabang (DPC) yang telah dipecat Ketua Harian Syarief Hasan mempertanyakan demokrasi di tubuh partai itu.

Mereka yang kemudian bergabung dalam Kaukus Penyelamat Partai Demokrat (KPPD) itu pun mengancam akan menggelar kongres tandingan.

Sekretaris KPPD M Eksan yang juga mantan Ketua DPC Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, menduga pemecatan kader dari 161 DPC itu terkait dengan upaya memuluskan jalan satu calon ketua umum.

"Ini jelas tidak demokratis. Jika suara kami tidak didengar, kami akan gelar kongres tandingan," tegasnya di Surabaya, kemarin.

Ancaman itu ditanggapi serius oleh Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dalam sebuah video wawancara di Youtube yang ditautkan dengan akun Twitter @SBYudhoyono.

"Dalam politik itu wajar. Demokrasi ya begitu. Saya tahu sejumlah kader tidak menyukai saya. Lantas mungkin ada yang kecewa karena satu dan lain hal," kata SBY dalam video tersebut.

Dalam video yang berdurasi 32 menit, 15 detik itu SBY membeberkan bahwa pencalonan kembali dirinya sebagai ketua umum berdasarkan permintaan kader di daerah.

SBY juga telah berkonsultasi dengan istrinya, Ani Yudhoyono.

Kader Partai Demokrat, I Gede Pasek Suardika, meminta KPPD tidak menggelar kongres tandingan karena perbedaan dalam hal politik merupakan dinamika dan masih ada ruang untuk dibicarakan.

Senator DPD RI itu juga yakin Partai Demokrat memiliki cara untuk mengatasinya, termasuk ketua umum akan memiliki sikap bijak.

"Kalau ini dide-ngar SBY, saya yakin beliau akan mengembalikan hak-hak DPC yang diberhentikan. Saya juga berharap SBY memberi arahan ke pengurus di bawahnya terkait keabsahan dalam struktural partai," tukasnya di Surabaya, kemarin.

Pasek juga menyatakan berani menantang SBY dalam bursa pemilihan calon ketua umum meski menyadari dirinya berpeluang kalah jika head to head dengan SBY.

"Meski terpilih aklamasi, kan (tetap) harus ada kontestasi," tukasnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya