PANGLIMA TNI Jenderal Moeldoko dan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti serta rombongan mengunjungi Skouw-Wutung, perbatasan RI dan Papua Nugini. "Iya benar. Tadi pagi Pak Panglima dan Kapolri kunjunhi Skouw-Wutung," kata Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Fransen G Siahaan di Jayapura, kemarin. Pada kunjungan itu, kata Fransen, Jenderal Moeldoko melihat bagaimana prajuritnya melaksanakan tugas pengamanan di perbatasan dan berpesan agar mereka setia pada sumpah prajurit, Sapta Marga, dan mengembangkan kemampuan yang telah didapat di kesatuan masing-masing, misalnya mengembangkan pertanian dengan mengajak masyarakat setempat untuk bercocok tanam, belajar cara menanam, memelihara, memanen, dan memasarkan.
"Jadi setelah panglima melihat, beliau puas, sangat puas, dengan prajuritnya yang jaga perbatasan. Kan beliau sudah melihat perbatasan di Kalimantan dan NTT. Jadi semuanya kan ada perbedaan. Perbedaan NTT dan Papua kan ada. Papua kan beda," kata Fransen. "Di sana (NTT) ancaman-ancaman dari segi geografis tidak sebanding dengan Papua yang luar biasa. Gunungnya tidak terlalu seperti di sini, hutannya juga, itu dari segi geografis. Kemudian, dari segi ancaman penyakit, di NTT kan tidak terlalu, di sini sakit malaria.
Kemudian dari segi kondisi dari kelompok bersenjata di sana tidak ada, di sini ada," imbuhnya. Dalam kunjungan itu, Kapolri juga meminta kepada petugas penjaga perbatasan agar memperhatikan tindakan kriminal yang sering terjadi, seperti penyelundupan senjata dan narkoba. Sehari sebelumnya, saat mengunjungi prajurit di perbatasan RI-Timor Lesta di NTT, Moeldoko menyatakan kesejahteraan prajurit penjaga perbatasan sudah mendapatkan perhatian. "Ada tunjangan tambahan khusus bagi prajurit di perbatasan," ujarnya.