Partai NasDem Jaring Calon melalui Survei

MI/HT/AS/P-3
03/5/2015 00:00
Partai NasDem Jaring Calon melalui Survei
(MI/Faisol Taselan)
PARTAI NasDem bertekad meraih kemenangan maksimal dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak di Jawa Tengah yang akan berlangsung di 21 kabupaten/kota. "NasDem memasang target dengan mengusung calon kepala daerah yang punya peluang menang di atas 75%," kata Ketua DPW Partai NasDem Jawa Tengah Setyo Maharso di sela rapat koordinasi Partai NasDem Jawa Tengah di Salatiga, kemarin. Menurutnya, NasDem saat ini ibarat gadis cantik yang seksi karena banyak didekati dan memiliki hubungan baik dengan semua partai politik (papol).

Untuk mencapai harapan tersebut, jelasnya, NasDem akan melakukan survei guna memperoleh calon yang sesuai dengan harapan rakyat. "Ini harus dilakukan di semua daerah yang menggelar pilkada," tandas Setyo. Dalam rakor kali ini dibahas sinkronisasi tugas-tugas DPR RI, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota. Selain itu, rakor membahas persiapan Pilkada 2015. "Pada intinya, sebagai partai baru akan belajar dari parpol lain. Bahkan, evaluasi seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan dilakukan NasDem serta apa yang harus dilakukan para anggota dewan agar dapat bermanfaat bagi masyarakat."

Rakor yang berlangsung selama dua hari (1-2 Mei) di Salatiga itu, selain dihadiri para pengurus DPW dan DPC se-Jateng, juga dihadiri para anggota DPR RI, di antaranya Sekretaris Fraksi NasDem DPR RI H Fadholi. "Semua pihak ikut sumbang saran untuk kemajuan partai di masa depan," papar Setyo. Sebelumnya, pengurus NasDem Jawa Timur memelopori pilkada bersih dengan menyerahkan 25 nama bakal calon kepala daerah yang akan diusung partai itu ke Kejaksaan Tinggi Jatim.

Menurut Ketua DPW Partai NasDem Jatim Effendi Choirie, penyerahan nama tersebut bertujuan melihat apakah calon yang akan diusung itu tersangkut masalah hukum atau tidak. "Sebagai partai baru yang punya misi restorasi perubahan Indonesia, dalam konteks pilkada, kami ingin punya pemimpin yang berpola pikir restorasi, pemimpin yang bersih, tidak terlibat korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta tidak terlibat tindak pidana," kata dia setelah menyerahkan daftar nama di Kejati Jatim, Jumat (1/5).



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya