DEWAN Perwakilan Rakyat berencana membangun gedung perpustakaan baru demi menampilkan ruang yang lebih representatif bagi sebuah parlemen yang modern. Bangunan lama perpustakaan DPR yang terletak tepat di samping Bank BNI dinilai kurang layak.
Perpustakaan DPR terdiri dari tiga lantai. Lantai pertama ruang baca majalah dan koran. Lantai kedua ruang koleksi buku. Lantai tiga tempat penyimpanan dokumen.
Total koleksi buku di perpustakaan DPR sebanyak 105.381 eksemplar. Inventaris mencakup koleksi umum dalam negeri dan luar negeri, risalah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), koleksi kliping DPR terjilid dari 2006-Oktober 2015, terbitan pemerintah (Badan Pemeriksa Keuangan, Mahkamah Konstitusi, Departemen Keuangan, pidato kenegaraan, dan Badan Pusat Statistik), serta peraturan perundangan. Keseluruhan kliping sejak 2012-April 2015 sebanyak 15.843 artikel.
Diakui salah seorang petugas perpustakaan, ruangan perpustakaan DPR kini kian sempit dan tidak memadai untuk menampung buku-buku. "Jadi sempit tempatnya," cetusnya setengah berbisik.
Sebelumnya, Ketua DPR Setya Novanto mengaku telah mendapatkan persetujuan Presiden terkait dengan pembangunan gedung baru. Pada masa sidang III tahun sidang 2014-2015, kata Setya, DPR telah membentuk tim kerja pembangunan sejumlah sarana di kompleks parlemen seperti perpustakaan, museum, pusat penelitian, ruang kerja anggota, dan tenaga ahli.
Pembangunan perpustakaan dirasa dibutuhkan bagi publik. Bahkan, disebut sebagai pusat pembelajaran untuk pengembangan demokrasi bagi masyarakat. Namun, sayangnya, perpustakaan DPR tidak memberi akses luas bagi masyarakat untuk meminjam buku. Pihak yang boleh meminjam buku hanyalah anggota DPR, pegawai DPR, dan tenaga ahli yang memiliki kartu anggota. Masyarakat hanya bisa membaca atau memfotokopi bahan-bahan yang dibutuhkan.
Menurut petugas perpustakaan tersebut, anggota dewan lebih sering meminjam buku melalui tenaga ahli atau asisten pribadi. Tak banyak dari mereka yang mengunjungi perpustakaan.
Berdasarkan pantauan Media Indonesia melalui daftar presensi manual, hanya sedikit tenaga ahli yang ke perpustakaan, antara lain dari Fraksi PDIP, Demokrat, dan Hanura.
Dalam daftar presensi manual tujuh bulan terakhir, pengunjung perpustakaan pada Oktober 2014 sebanyak 146 orang, November 109, Desember 69, Januari 2015 tercatat 105, Februari 36, Maret 63, dan sampai 28 April ada 48.