PRESIDEN Joko Widodo meminta para kepala daerah memanfaatkan otonomi daerah sebagai jalan untuk meningkatkan daya saing daerah sesuai dengan potensi masing-masing. "Otonomi telah menumbuhkan inovasi dan praktik yang baik. Jika tidak ada otonomi, saya yakin inovasi di daerah pun terbatas," kata Presiden saat memberikan sambutan pada peringatan Hari Otonomi Daerah, di Istana Negara, Jakarta, kemarin.
Kepala negara menambahkan, otonomi daerah harus diletakkan dalam konteks kepentingan nasional sehingga dapat memenangi kompetisi antarnegara di era globalisasi.
Presiden mengingatkan pada awal 2016, Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan berlaku, tapi sampai saat ini semua pihak belum tahu apa yang akan terjadi. "Saya titip pada kepala daerah, ini disampaikan kepada masyarakat, kita harus siap," tegasnya.
Untuk menghadapi tantangan itu, lanjut Presiden, perlu banyak langkah, antara lain memperbaiki layanan publik, memperbaiki tata kelola, dan membenahi ketimpangan pembangunan.
Peringatan Hari Otonomi Daerah kali ini dihadiri sejumlah kepala daerah. Dalam kesempatan itu, Presiden menyerahkan penghargaan Samkarya Nugraha Parasamya Purna Nugara kepada sejumlah daerah yang dinilai berhasil menjalankan pembangunan, antara lain Kabupaten Tuban, Kabupaten Purbalingga, Kota Madiun, dan Kota Mojokerto.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan otonomi daerah terus berjalan dan diharapkan dapat memajukan daerah sesuai dengan inovasinya. "Kebijakan pemerintah daerah harus prorakyat dan properubahan untuk mencapai target bangsa Indonesia yang merdeka secara politik dan berdikari secara ekonomi."