PRESIDEN Rusia Vladimir Putin mengaku tidak menyesal atas aneksasi Crimea yang sebelumnya menjadi wilayah Ukraina. Dia mengatakan hal itu dalam wawancara yang disiarkan sebagai bagian film dokumenter bertajuk Presiden di sebuah stasiun televisi Rossiya 1, Minggu (26/4), untuk menandai 15 tahun dirinya berkuasa di Rusia.
"Saya pikir kami melakukan hal yang benar dan saya tidak menyesalinya," kata Putin menanggapi keputusannya untuk mengambil kembali Semenanjung Laut Hitam dari Ukraina.
Menurut Putin, Crimea merupakan sebuah ketidakadilan sejarah bagi Rusia. "Ketika kami membela (kepentingan), harus sampai tuntas," tambahnya.
Putin menjelaskan motivasi di balik pengambilalihan Crimea. Ia mengatakan aneksasi yang dilakukan sebagai upaya meluruskan sejarah yang salah pascapemimpin Uni Soviet Nikita Khrushchev.
Khrushchev memberikan Crimea yang berada di Semenanjung Laut Hitam itu dari Rusia ke Ukraina pada 1954. Aksi itu hanya merupakan langkah simbolis karena kedua negara berada di dalam naungan federasi Uni Soviet.
Aneksasi Rusia terhadap Crimea juga mendapat dukungan penuh untuk kelompok separatis pro-Moskow di wilayah timur Ukraina. Aksi kelompok pemberontak anti-Kiev itu telah membuat hubungan panas antara Rusia dan negara Barat dan mencapai titik terendah.
Mantan anggota KGB (Badan Intelijen Uni Soviet) itu menuduh AS telah memberikan instruksi langsung serta dukungan logistik kepada kelompok separatis Kaukasus Utara. Ia menegaskan keputusannya tidak melanggar aturan permainan.