Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYIDIK Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan sempat menyampaikan keresahannya kepada Kapolda Metro Jaya terkait dengan keselamatan jiwannya. Dalam beberapa waktu sebelum kejadian penyiraman air keras tersebut Novel mengetahui ada beberapa orang yang mencurigakan dan mengamati tempat tinggalnya.
"Saya disampaikan bahwa dibilang hati-hati bahkan akan diserang. Mestinya dengan pekerjaan karena pada saat itu saya memang menangani banyak perkara," ucapnya.
Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara pria berkacamata ini mengatakan ada empat orang didapatinya mengamati gerak gerik di rumahnya.
"Dari empat orang ada di sebrang rumah saya yang duduk melakukan pengamatan di rumah saya. Bahkan beberapa kendaraan mobil yang mencurigakan. foto pernah berikan kepada Kapolda," imbuhnya.
Setelah berkomunikasi dengan Kapolda Metro Jaya Novel diminta berhati-hati karena ada kekuatan yang cukup besar. Kapolda sambung Novel sempat menyebut beberapa nama yang memiliki pengaruh.
"Saat saya diserang saya menghubungi pak waktu itu Tito Karnavian, beliau saat itu menyampaikan akan segara memerintahkan staf dan jajarannya," jelasnya.
Novel Baswedan hadir dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Kamis (30/4). Dia hadir sebagai saksi dua terdakwa Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette yang melakukan penganiyaan berat kepadanya secara bersama-sama dan direncanakan. Ronny dan Rahmat didakwa melanggar Pasal 355 ayat (1) atau 353 ayat (2) atau 351 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (OL-4)
Usman mengungkapkan bahwa sepanjang 2025 hingga awal 2026, para pembela Hak Asasi Manusia (HAM), jurnalis, dan aktivis harus menghadapi ancaman.
Demokrasi membutuhkan lebih dari sekadar aturan prosedural. Ia memerlukan upaya nyata menuju restorasi kebajikan kewargaan (civic virtue).
Papua Connection menyerukan penghentian kekerasan bersenjata di Tanah Papua, khususnya yang menyasar warga sipil, guru, dan tenaga kesehatan.
Intimidasi tersebut merupakan bentuk nyata dari praktik pembungkaman terhadap daya kritis mahasiswa.
Kasus ini bermula saat DJ Donny melaporkan serangkaian teror fisik di rumahnya yang terjadi dalam waktu berdekatan.
Istana merespons adanya dugaan teror terhadap sejumlah kreator konten yang kerap mengkritik program pemerintah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved