DIREKTORAT Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo), berkunjung ke Amerika Serikat pada hari ini hingga Minggu (3/5) untuk menjelaskan perkembangan Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Dalam kunjungan tersebut, Kemenkominfo melibatkan pakar serta media massa yang merupakan bagian dari second track diplomacy.
Demikian disampaikan Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo Freddy H Tulung kepada Media Indonesia, kemarin.
"Upaya second track diplomacy ini melibatkan non-state actor dalam mempererat kerja sama people to people antarbangsa, khususnya antara Indonesia dan Amerika Serikat," tutur Freddy.
Pria yang menjadi pemimpin delegasi Indonesia itu menambahkan, Amerika Serikat sangat penting untuk mengetahui perkembangan Indonesia karena 400 Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di 'Negeri Paman Sam', sebagian besar berstatus pelajar.
"Selain itu, baru-baru ini sejumlah pebisnis Amerika Serikat berencana berinvestasi di Indonesia dengan nilai sekitar US$61 miliar untuk 3 sampai 5 tahun ke depan," lanjut dia.
Delegasi Indonesia akan menjelaskan perkembangan Indonesia kepada kalangan perguruan tinggi, komunitas bisnis, kalangan media, serta para mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat di Washington, New York, dan Columbia.
Topik yang diangkat antara lain potensi dan daya saing sumber daya manusia untuk mendukung pembangunan nasional, media, dan demokrasi di Indonesia, serta perkembangan media sosial dalam melaksanakan edukasi publik.
Pakar Ekonomi dan Demografi Universitas Indonesia Sonny Harry Budiutomo Harmadi menjadi salah satu peserta di program tersebut.
Ia akan membawakan materi tentang ekonomi dan pembangunan nasional.
"Saya akan menjelaskan pengalihan anggaran untuk infrastruktur yang sangat penting untuk memperkuat pembangunan Indonesia," katanya.
Program bertajuk Indonesia Update 2015 itu merupakan prakarsa the United State and Indonesia Society (Usindo).
Itu merupakan tindak lanjut dari seminar tentang Pemerintahan Jokowi pada Desember lalu yang juga difasilitasi Usindo.