Waspada Tanah Longsor

MI/LILIEK DHARMAWAN
25/4/2015 00:00
Waspada Tanah Longsor
(ANTARA/ANIS EFIZUDIN)
TINGGINYA curah hujan mengakibatkan tanah longsor di beberapa daerah di Tanah Air, kemarin. Bencana tanah longsor terjadi di Banyumas, Temanggung, Magelang di Jawa Tengah, serta Pasuruan di Jawa Timur.

Di Banyumas, hujan deras pada Kamis (23/4) malam mengakibatkan tanah longsor di Desa Kutaliman, Kecamatan Kedungbanteng. Tebing yang berada di pinggir jalan peng-hubung antarkecamatan longsor dan menutup ruas jalan setempat.

Kemarin, material longsoran telah berhasil disingkirkan. Namun demikian, warga di-minta tetap waspada kemungkinan tanah longsor susulan.

Kepala Desa Kutaliman R Agus Listia mengungkapkan bahwa jalan memang sempat putus pada Kamis malam setelah hujan deras mengguyur wilayah setempat. "Tebing di sisi jalan longsor dan menim-bun jalan sepanjang 100 meter. Jalan ini cukup vital karena menghubungkan antara Kedungbanteng dan Baturraden melalui Desa Melung," ujar Agus, kemarin.

Penduduk, kata Kades, telah bergotong-royong membersihkan material longsoran. Kini jalan sudah dapat dilewati kendaraan baik sepeda motor maupun mobil.

Kades juga meminta kepada warga untuk mewaspadai kemungkinan adanya longsor susulan. "Hujan yang masih mengguyur deras wilayah ini harus tetap diwaspadai, karena tidak menutup kemungkinan terjadi longsoran susulan," tambahnya.

Di Magelang, tanah longsor menggerus talud sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Maarif Desa Sambungrejo, Kecamatan Grabag, setinggi 15 meter dan lebar 6 meter hingga mengancam bangunan sekolah itu.

Longsornya talud tersebut membuat akses jalan desa terganggu material berupa tanah dan batuan. Kejadian itu membuat siswa kelas VI khawatir belajar di kelas karena lantai dan tembok ruang kelas pecah- pecah.

Adapun, Pemerintah Kabupaten Temanggung, akan memberikan bantuan untuk merehabilitasi 13 bangunan yang roboh dan rusak berat akibat bencana longsor dalam dua hari terakhir. Bantuan diberikan dalam bentuk material bangunan senilai antara Rp3 juta-Rp5 juta per rumah.

Kasi Penanganan Darurat dan Logistik, BPBD Temanggung, Eko Suprapto, kemarin, mengatakan bangunan roboh itu ada di tiga desa, yakni Desa Campurejo di Kecamatan Tretep, serta Desa Kalimanggis dan Desa Getas di Kecamatan Kaloran.

Pacitan-Ponorogo Putus
Di bagian lain, guyuran hujan di kawasan Gunung Bromo menyebabkan tanah longsor yang menimpa rumah penduduk, kemarin. Ketiga rumah yang ambruk tersebut berada di Desa Sedaeng, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Adapun tanah longsor juga masih mendera jalur Pacitan-Ponorogo, Jawa Timur. Titik longsoran ada di Desa Gemaharjo Kecamatan Tegalombo.

"Bencana tanah longsor yang terjadi Selasa (21/4) belum selesai penangangannya, bencana susulan kembali lagi. Malah bencana susulan itu ada tiga titik longsor di jalur Pacitan-Ponorogo," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggukangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan Tri Mudjiharto, kemarin.

Akibat bencana ini, jalur Pacitan-Ponorogo masih ditutup. Karena sekitar 100 meter badan jalan jalur ini masih tertimbun. Transportasi sementara melewati jalur alternatif, memutar ke Baturetno, Wonogiri, Jateng. (TS/AB/AU/ST/N-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya