Dengarkan Suara Asia-Afrika

Donny Andhika AM
24/4/2015 00:00
Dengarkan Suara Asia-Afrika
(Sumber: Tim MI/L-1/FOTO: AFP)
MASYARAKAT dunia diminta mendengar seluruh keputusan yang dihasilkan dalam Konferensi Asia Afrika (KAA). Apalagi, KAA merupakan pertemuan antarnegara terbesar di luar kerangka Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Presiden ketujuh RI Joko Widodo menegaskan seruan itu saat menyampaikan pidato penutupan KAA 2015 di Jakarta Convention Center, kemarin.

"Suara-suara di pertemuan ini mewakili suara Asia dan Afrika. Dengan demikian, masyarakat dunia harus mendengarkan suara dan keputusan-keputusan yang sudah kami buat selama konferensi ini," kata Presiden.

Selama dua hari penyelenggaraan pertemuan tingkat tinggi, negara-negara peserta KAA 2015 telah menghasilkan langkah-langkah konkret dalam memperkuat dan memajukan tatanan dunia yang lebih damai dan adil, bekerja menuju pencapaian kerja sama yang saling menguntungkan, menjembatani kesenjangan pembangunan, mewujudkan kemerdekaan Palestina, dan memastikan ketersediaan keuangan untuk pembangunan infrastruktur, antara lain melalui Infrastructure Asia Investment Bank.

KAA juga telah berhasil mengadopsi tiga dokumen hasil penting, yaitu Bandung Message, Deklarasi Kemitraan Strategis Asia Afrika yang baru, dan Deklarasi Palestina.

KAA juga telah sepakat untuk menghidupkan kembali gagasan inti dari Gerakan Selatan-Selatan, yaitu kesejahteraan, solidaritas, dan stabilitas negara-negara Asia-Afrika.

"Kami juga telah sepakat untuk membentuk jaringan pusat penjaga perdamaian di dua wilayah untuk memfasilitasi kerja sama pembangunan kapasitas sumber daya manusia," tukas Jokowi.

Dalam kesempatan itu, Presiden Zimbabwe Robert Mugabe menyatakan semua hasil Konferensi Asia Afrika tertanam dalam tiga dokumen utama dan berharap para peserta menyepakati bahwa KAA 2015 merupakan event yang sukses, yang diilustrasikan dengan kehadiran peserta dari pemimpin di dua wilayah itu.

"Kesuksesan digambarkan dengan semangat pembebasan Palestina di semua sesi, tidak ada keraguan konferensi bersejarah ini, seperti saat pertama kali digelar pada 1955," ujar Presiden Mugabe.

Hari Asia Afrika
Dalam Konferensi Tingkat Tinggi Asia Afrika ditetapkan sejumlah hal terkait peringatan KAA, antara lain 24 April sebagai Hari Asia Afrika.

Selain itu, Bandung juga ditetapkan sebagai ibu kota solidaritas Asia Afrika dan sebuah pusat kajian Asia Afrika atau Asian African center akan dibangun di Indonesia.

Sebagai puncak peringatan ke-60 tahun KAA, setidaknya 22 kepala negara atau wakil kepala negara dari negara-negara Asia dan Afrika dijadwalkan mengikuti Bandung Historical Walk hari ini.

"Ke-22 VVIP itu akan berbaur dengan ratusan delegasi lain setingkat menteri dan pejabat tinggi," kata Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri Yuri Octavian Thamrin di Media Center KAA, Jakarta Convention Center, kemarin.

Hari ini juga dijadwalkan penandatanganan Bandung Messages secara simbolis di Gedung Merdeka, Bandung, oleh Presiden Jokowi sebagai tuan rumah, Presiden Tiongkok Xi Jinping sebagai wakil Asia, dan Raja Swaziland Mswati III sebagai wakil Afrika. (Nov/Pra/Hym/Kim/X-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya