NasDem Gandeng Aktivis Pemilu Bahas Rancangan Regulasi

Abdillah Muhammad Marzuqi
18/2/2020 17:32
NasDem Gandeng Aktivis Pemilu Bahas Rancangan Regulasi
Feri Amsari(MI/ Susanto)

PARA  aktivis demokrasi dan Pemilu berkunjung ke DPP Partai NasDem (18/2). Mereka berasal dari beberapa lembaga di antaranya Pusat Studi Konstitusi  (Pusako) Universitas Andalas, Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem). Kunjungan itu guna mendiskusikan beberapa isu, salah satunya terkait pembahasan paket undang-undang yang tengah digodok di DPR.

"Ini silaturahmi ke teman-teman pegiat demokrasi dan pemilu ke Partai NasDem. Dengan harapan kita melihat partai NasDem menjadi salah satu partai menengah kuat yang tentu punya peran sangat signifikan di parlemen. Terutama untuk pembahasan paket UU bidang politik yaitu UU Parpol UU pemilu UU MD3 dan beberapa UU lainnya," terang Direktur Pusako Universitas Andalas Feri Amsari.

Feri berharap kunjungan tersebut bisa menghasilkan saran guna upaya penguatan partai. Ia juga berharap agar lembaga masyarakat sipil tersebut bisa menjadi mitra partai dalam membangun partai dan Pemilu.

"Tentu harapannya kita bisa memberikan masukan saran sekaligus menjadi mitra partai untuk bisa bisa berdiskusi secara berkala untuk bagaimana partai diperkuat," tegas Feri.

"Partai-partai, termasuk NasDem, mau membangun partai lebih baik ke depan terutama demokrasi kepemiluan kita," terusnya.

Dalam diskusi tersebut juga dibahas terkait model ataupun praktik yang telah dilakukan oleh Partai NasDem.

"Saya pikir kita diskusikan dengan NasDem ada harapan ke arah itu ya dengan gambaran-gambaran apa yang sudah dilakukan dilakukan teman-teman di NasDem sehingga itu kompatibel atau matching (sesuai) dengan gagasan pembaharuan parpol dan pembenahan demokrasi pemilu kita," tandasnya.

Kedatangan para aktivis itu disambut baik oleh Ketua Bidang Media dan Komunikasi Publik DPP Partai NasDem Willy Aditya. Menurutnya, Partai NasDem adalah partai yang terbuka, dialogis, dan berbasis ilmu pengetahuan.

"Tentu sebagai orang yang disurati oleh teman-teman Pusako, CSIS, Perludem, ICW untuk kemudian membahas tentang isu-isu di partai politik, kami terbuka," terang Willy.

Willy juga menegaskan diskusi tersebut tidak hanya berakhir di Kantor DPP Partai NasDem. Rencananya, diskusi itu akan diperdalam lagi pada diskusi terbatas di Fraksi NasDem DPR.

"Ini akan kami lebih perdalam melalui FGD (focus group discussion) di fraksi nanti. Kita akan melibatkan mereka bersama-sama untuk memajukan demokrasi, untuk mematangkan demokrasi kita," tegasnya.

Willy juga menyampaikan beberapa isu yang dibahas dalam diskusi seperti partisipasi publik, pemulihan kepercayaan publik, kandidasi, penyelesaian sengketa, dan sumber pendanaan partai. Menurut Willy, Partai NasDem sudah menerapkan praktek uang bagus dalam upaya membangun partai uang kuat dan modern.

"NasDem memulai dengan praktek-praktek yang bagus untuk kemudian ada best practical yang menjadi acuan dalam kerangka berpartai," tegasnya.

Di antaranya adalah proses penjaringan kandidat yang dibuat sedemikian rupa untuk membuka ruang seluas-luasnya bagi warga negara yang ingin maju baik sebagai kepala daerah atau sebagai calon legislatif. Partai NasDem melakukan proses itu dengan model politik tanpa mahar.

"Proses yang sebenarnya, suka tidak suka, senang tidak senang, sampai sejauh ini, politik tanpa mahar itu masih brand-nya NasDem. Masih NasDem yang menerapkan itu," tandasnya.

Sumber pendanaan partai yang berasal dari iuran kader juga dibahas dalam diskusi tersebut.

"NasDem memulai itu dengan iuran. Iuran itu kan tidak semua orang bisa langsung memberikan donasi pada partai. Siapa yang terdekat? Tentu pengurus partai, anggota legislatif. Itu yang kemudian kita organisir, kita konsolidir untuk kemudian memiliki iuran rutin setiap bulan," tambahnya.

Menurut Willy, praktik baik dalam berpartai yang sudah berjalan seperti politik tanpa mahar dan iuran kader itulah yang nantinya diharapkan akan terus dielaborasi.

"Jadi pokok-pokok pikiran itu yang terus dielaborasi," pungkasnya. (OL-8)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Polycarpus
Berita Lainnya