ENGGAN merespons dugaan merapat ke partai koalisi pendukung pemerintah, Partai Amanat Nasional menyebut dirinya sebagai partai pendukung penuh pemerintah, dengan embel-embel, melebihi dukungan yang diberikan pihak oposisi lainnya. "Di luar (pemerintahan) itu kan terhormat. Ya enggak apa-apa. Bukan berarti kita tidak mendukung pemerintah. Pemerintah yang bagus, program-program yang prorakyat, kita dukung. Yang paling mendukung saya kira kan kita. Kalau tidak prorakyat tentu kita paling depan mengkritisi," aku Zulkifli Hasan, Ketua Umum PAN, di Istana Negara, Jakarta.
Dugaan adanya perbincangan tentang perubahan konstelasi politik itu datang dari pertemuan dua pihak antara Zulkifli dan Presiden Joko Widodo, kemarin. Ketua MPR itu mengatakan agenda pertemuan hanya membicarakan soal pertemuan konsultatif antarkepala lembaga tinggi negara. Pertemuan dua bulanan itu mulanya bakal dilaksanakan di Gedung MPR. Lantaran kendala teknis, Zulkifl i menyerahkan status tuan rumah rapat itu kepada pihak Istana. Agenda yang rencananya digelar pasca-KAA tersebut, kata dia, penting bagi pencegahan meluasnya konflik antarlembaga.
Misalnya, KPK dengan Polri, dan yang terbaru, MA dengan KY. Memang, aku Zulkifli, ada pula perbincangan tentang undangan kepada Jokowi untuk hadir di Rakernas PAN, di Hotel Bidakara, Jakarta, 6 Mei mendatang. Undangan itu baru datang pascakongres lantaran suasananya lebih kondusif. "Kami berharap ada momentum untuk silaturahim tokohtokoh bangsa, partai, baik KMP atau KIH. Boleh berbeda, tapi silaturahim harus jalan terus." Jokowi pun memastikan kehadirannya untuk menyaksikan pelantikan Zulkifli sebagai Ketua PAN periode 2015-2020 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan.