Teroris Syarif Diterbangkan ke Jakarta

Palce Alamo
20/4/2015 00:00
Teroris Syarif Diterbangkan ke Jakarta
(ANTARA/Mohamad Hamzah)
SYARIF, 24, teroris jaringan Santoso yang ditangkap di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, kemarin, diterbangkan ke Jakarta melalui Bandara Komodo, untuk diproses secara hukum lebih lanjut.

Kapolres Manggarai Barat Ajun Komisaris Besar (AKB) Jules Abast mengatakan aparat keamanan dari Polres Manggarai Barat dan TNI sudah memperketat penjagaan di bandara, termasuk di ruas jalan yang dilewati mobil yang mengangkut Syarif.

Pengamanan juga terlihat di tempat parkir sampai pintu masuk ke bandara, ruang check in, dan pintu keluar menuju pesawat.

Puluhan anggota Densus 88 Antiteror mengawal ketat tersangka menuju pesawat Wings Air. Pesawat terbang menuju Bandara Ngurah Rai, Denpasar untuk transit menuju Jakarta.

Syarif ialah pelaku penembakan Kapolsek Ambalawi Bima, Nusa Tenggara Barat, Iptu Abdul Salam, pada 18 Agustus 2014 lalu.

Kapolsek ditembak di Wera, Kecamatan Ambalawi.

Saat itu korban yang tengah mengendarai sepeda motor ditembak di bagian kepala hingga tewas.

Setelah membunuh Kapolsek, Syarif kemudian kembali ke Poso, Sulawesi Tengah, dan terus bergerak menuju NTT menyusul latihan bersama TNI di kawasan Gunung Biru, Poso, Sulawesi Tengah, beberapa waktu lalu.

Awalnya Syarif sempat lari ke Makassar kemudian melanjutkan perjalanan ke Bima, NTB, lalu menyeberang ke Labuan Bajo, ibu kota Manggarai Barat.

Selama di persembunyiannya, pria asal Dompu ini menikah dengan perempuan asal Manggarai Barat bernama Siti Hariah.

Sesuai rencana, Siti dan orangtuanya yang bernama Sidin Ahmad akan dimintai keterangan oleh polisi.

Menurut Jules, pemburuan terhadap Syarif berlangsung sejak Jumat (17/4) siang oleh tim gabungan Densus 88 dan TNI dari Kodim 1612 Manggarai Barat dan polres setempat.

Ia ditangkap di minibus Dedy Putra nomor polisi EB 2662 AE di ruas Jalan Trans-Flores, Kampung Rangga Watu, Desa Golo Desat, Kecamatan Mbeliling, pada Sabtu (18/4) sekitar pukul 16.25 Wita.

Syarif sempat mengecoh aparat.

Sejak Jumat aparat menyisir Kampung Tua Desa Jengok, Kecamatan Sanonggoang.

Karena tidak ditemukan, aparat menyisir Kampung Pola yang lokasinya berjauhan.

Tim kemudian bergerak ke Desa Bambor dan diperoleh informasi Syarif naik bus menuju Labuan Bajo. Syarif akhirnya ditangkap tanpa perlawanan.

Gunung Biru
Panglima Divisi II Kostrad Mayjen Bambang Haryanto di Poso mengatakan situasi Gunung Biru yang dijadikan persembunyian dan pelatihan bersenjata oleh teroris kelompok Santoso saat ini kondisinya sudah aman.

Hal itu lantaran Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI memilih lokasi tersebut untuk latihan perang dalam beberapa hari ini.

Di Gunung Biru Poso itulah kelompok Santoso, yang juga menamakan diri Mujahiddin Indonesia Timur, menculik bahkan membunuh warga dan aparat kepolisian dalam dua tahun terakhir.

Kelompok Santoso menjadi momok bagi warga setempat, bahkan masyarakat Poso, karena mereka tidak leluasa bertani.

Gunung Biru merupakan kawasan hutan di Desa Masani, Kecamatan Poso Pesisir, Sulteng.

Lokasinya hanya sekitar 25 kilometer dari pusat Kota Poso. (OL/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya