Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM setahun dapat menyelesaikan berapa undang-undang?
Kalau secara normatif kita mencoba mendistribusikan itu setiap komisi memiliki usulan sekitar dua per komisi. Artinya, 2x11 itu ada sekitar 22. Dari pemerintah bisa 5 sampai 6, inisiatif pribadi anggota dan fraksi serta Baleg sendiri ya sekitar 5 sampai 6. Jadi sekitar 30-35 itu yang sifatnya reguler tahunan.
Bagaimana target jangka panjang untuk prolegnas 5 tahun?
Kalau yang long list boleh dimasukkan teman-teman, tapi yang menjadi prioritas. Apalagi ini kan sekarang yang jujur dari pemerintah sendiri ketika kami undang Pak Yasonna (Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly) kemari, ke Baleg, itu mengatakan mencoba tidak akan banyak-banyak. Omnibus law itu kan ingin ya sekitar dua judul saja mungkin ya, dua sampai tiga judul lah.
Apa alasan Baleg mengurangi target pembahasan RUU di prolegnas?
Yang perlu kita geser ialah perspektif yang sifatnya kejar setoran, peraturan perundang-undangan yang paling penting kan harmonis. Tujuan kita bernegara berbangsa itu bagaimana kepastian hukum, bagaimana keamanan, bagaimana keadilan dan kese-jahteraan itu terpenuhi. Masalah jumlah peraturan perundang-undangan kemudian bisa mengikuti proses itu. Baleg yang sekarang tidak ingin terjebak dalam perspektif yang sifatnya benar-benar mengutamakan kuantitas.
Apakah pemangkasan target untuk mengakomodasi omnibus law yang disuarakan pemerintah tersebut?
Baleg prinsipnya mendukung political will dari Presiden secara full karena ini berangkat dari kebutuhan kita untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan UMKM yang lebih maju dan kemudian iklim investasi kita benar-benar kondusif. Nah, bagaimana pro-sesnya, ya kita menunggu karena inisiatif dari pemerintah, tapi Baleg bersiap-siap untuk kemudian bisa senapas, seiring, dan sejalan dengan usul pemerintah.
Apakah target setahun 30-33 undang-undang itu pasti tercapai?
Sekitar jumlah seperti itu saya pikir cukup lah ya untuk DPR bisa mengerjakannya. Tapi kami benar-benar lagi belanja ini kan lagi mengedarkan ke komisi-komisi dan ke pemerintah, tapi belum ada yang masuk. Dari beberapa hal termasuk di Baleg sendiri kami masih berdiskusi sangat intensif dari Baleg sendiri mana lima undang-undang mungkin sekiranya yang akan kami bahas secara intensif yang benar-benar mendesak sifatnya untuk kami dahulukan.
Bagaimana dengan undang-undang yang ditunda pengesahannya?
Carry over kan belum pernah kita lakukan, tapi kami akan mencoba apakah mungkin untuk melakukan carry over sama seperti RUU KUHP dan RUU Pemasyarakatan, kalau bisa di-carry over, kita carry over. Tapi tidak semuanya kami akan pilih satu atau dua karena itu kalau dilakukan juga melemahkan fungsi Baleg itu sendiri. (Uta/P-2)
WAKIL Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Ahmad Doli Kurnia, mendorong agar pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu (RUU Pemilu) segera dimulai oleh parlemen.
Di dalam negeri, undang-undang ini akan menjadi payung pengakuan dan perlindungan terhadap profesi yang selama ini dipandang miring dan kerap terjerat dalam logika subordinasi.
DUA puluh dua tahun ialah waktu yang terlalu panjang untuk sekadar mengakui seseorang sebagai pekerja.
Terdapat 12 ketentuan yang diatur dalam RUU PPRT antara lain perlindungan hukum terhadap pekerja rumah tangga meliputi perlindungan hak dan kewajiban, hingga jaminan sosial dan kesehatan.
Pengesahan RUU PPRT bukan sekadar menjalankan kewajiban konstitusional, melainkan sebuah panggilan moral untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
LIMA rancangan undang-undang (RUU) resmi masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2026. simak daftarnya
INDONESIA menghadapi kenyataan yang tak nyaman: pertumbuhan ekonomi tidak otomatis menghadirkan kesejahteraan
Kewenangan penuh untuk mensimulasikan mekanisme aturan ada di tangan DPR bersama pemerintah selaku pembentuk undang-undang.
Langkah ini merupakan keberlanjutan dari upaya legislasi yang telah diinisiasi pada periode sebelumnya.
Tahapan awal pembahasan akan menitikberatkan pada penyerapan aspirasi publik secara luas.
Ketidakpatuhan terhadap tenggat waktu ini merupakan persoalan kronis di parlemen.
Jika menilik tren dalam lima tahun terakhir sejak 2020, efektivitas legislasi DPR hanya berkisar antara 8% hingga 22%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved