KEPALA Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat Brigjen Srijono mengimbau masyarakat jangan mudah tergiur dengan modus baru yang digunakan sindikat kelompok Negara Islam (IS).
"Upaya mereka harus kita cegah dengan cara yang paling dasar yakni memperkuat iman dan pengetahuan kita tentang Islam," katanya di Mataram, kemarin.
Hal itu disampaikannya mengingat adanya sejumlah modus baru yang sedang hangat beredar di tengah masyarakat saat ini, seperti adanya pelayanan umrah gratis dan pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) ke luar negeri.
Bahkan, kata dia, saat ini ada ceramah sesat yang mengajak masyarakat untuk berjihad dengan mengatasnamakan agama.
"Jadi jangan mudah percaya dan terpengaruh jenis-jenis propaganda yang mereka lakukan saat ini. Masyarakat harus lebih cermat dalam menilainya," ucap Srijono.
Polda NTB telah melakukan upaya dengan mengeluarkan sebuah selebaran yang berisi imbauan tentang IS dan menyampaiakan sejumlah pandangan ulama besar Islam dari beberapa belahan dunia terhadap paham radikal tersebut.
Dari Poso, Sulawesi Tengah, Panglima Divisi II Kostrad Mayjen Bambang Haryanto memastikan para teroris pimpinan Santoso sudah tidak berada lagi di hutan, tempat mereka melakukan latihan militer selama ini.
"Kami menemukan semua tempat latihan dan persembunyian mereka selama kami melaksanakan latihan tempur Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) di kawasan Poso pesisir selama tiga pekan terakhir ini," katanya kepada wartawan di Poso, kemarin.
Bambang menjelaskan ribuan personel TNI telah melakukan latihan sampai ke puncak-puncak pegunungan yang diyakini menjadi tempat persembunyian dan latihan teroris itu, tapi tidak menemukan orang-orangnya. "Saya yakin para perusuh itu sudah meninggalkan lokasi latihan mereka sebelum TNI memulai latihan tempur PPRC pada 31 Maret 2015," ujarnya.
Meski latihan tempur PPRC itu tidak bertujuan memburu teroris, Bambang mengaku telah memerintahkan anak buahnya untuk bertindak tegas bila menemukan para perusuh tersebut.
Dengan latihan tersebut, katanya, pihak TNI kini mengetahui secara detail seluruh tempat latihan dan persembunyian para teroris itu. (Ant/P-1)