KPK Harap Badrodin Hindari Gesekan

MI
18/4/2015 00:00
KPK Harap Badrodin Hindari Gesekan
Kapolri Jenderal Badrodin Haiti (tengah) menjawab pertanyaan pers seusai dilantik sebagai Kapolri oleh Presiden Joko Widodo.(AP/Achmad Ibrahim)
KOMISI Pemberantasan Korupsi mengharapkan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti bisa membangun komunikasi kelembagaan yang lebih strategis, positif, dan sinergis dengan lembaga penegak hukum lainnya, termasuk KPK.

"Hindari gesekan kelembagaan dan tingkatkan sinergi kelembagaan lewat pemberantasan korupsi," kata Pelaksana Tugas Wakil Ketua KPK Indriyanto Seno Adji, saat dihubungi, kemarin.

Dia berpendapat kepemimpinan baru di tubuh Korps Bhayangkara merupakan momentum pembenahan organisasi. "Sebaiknya dalam rencana jangka pendek ini, Polri membangun kepercayaan kembali untuk memperoleh public trust, khususnya masalah yang terjadi secara internal," pungkas mantan penasihat Polri itu.

Presiden Joko Widodo melantik Kapolri Jenderal Badrodin Haiti di Istana Negara, Jakarta, kemarin. Setelah uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR RI, komisi bidang hukum itu secara aklamasi menyetujui Badrodin sebagai calon Kapolri. Rapat paripurna DPR pun bersikap sami mawon (sama).

Presiden Jokowi mengajukan Badrodin sebagai calon Kapolri, karena sebelumnya Jokowi membatalkan pencalonan Komjen Budi Gunawan.

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengaku siap melaksanakan komitmen sesuai dengan visi dan misi yang disampaikan saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR.

Prioritas utama Badrodin ialah meningkatkan soliditas personel Polri dan sinergi dengan lembaga penegak hukum lainnya. "Insya Allah," kata Badrodin seusai dilantik Presiden Jokowi.

Pada bagian lain, berdasarkan laman resmi laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) KPK, Acch.kpk.go.id, Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri pada 2013-2014 itu memiliki harta per 2 Mei 2014 mencapai Rp8,29 miliar dan US$4.000. Badrodin juga tercatat memiliki utang sebesar Rp250 juta.

Terkait siapa calon Wakapolri, Komisioner Kompolnas Adrianus Meliala berpendapat, jika dilihat dari sisi politis, Budi Gunawan berpeluang besar. "Budi Gunawan seperti sudah jadi satu paket dengan Badrodin," ujarnya. (Cah/Beo/Pol/Nov/X-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya