NasDem akan Benahi Pemerataan Pertanian

Cahya Mulyana
26/9/2019 09:00
NasDem akan Benahi Pemerataan Pertanian
Ketua Organizing Committee (OC) Kongres NasDem Amelia Anggraini(MI/Haryanto)

MASUKNYA milenial menambah gagasan segar Partai NasDem untuk kemajuan Indonesia. Ketua Organizing Committee (OC) Kongres NasDem Amelia Anggraini mengatakan ide segar yang muncul akan dirangkum dan dibawa ke rapat tertinggi  yang berlangsung pada 8-11 November 2019 di JI Expo Kemayoran, Jakarta.

Kongres merupakan forum tertinggi partai yang akan me-rumuskan dan memutuskan kebijakan-kebijakan strategis partai bagi kebesaran partai ke depan.

"Sejumlah agenda politik akan segera dihadapi. Di antaranya pilkada yang dimulai 2020, Pilkada 2024, juga Pileg dan Pilpres 2024," ujar Amelia pada acara Dialog Selasa di Kantor DPP Partai NasDem, Jakarta, Selasa (24/9).

Menurut Amel, forum kongres ini juga merupakan bentuk konsolidasi organisasi, wawasan, juga visi dan misi agar NasDem dapat mengambil peran secara optimal dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pada kesempatan itu, anggota DPR sekaligus politikus muda NasDem, Kresna Dewanata Prosakh, mengungkapkan perlu adanya penguatan kebijakan dalam negeri yang mendukung produk pertanian unggulan ekspor sekaligus memperluas pasar internasional. Hal itu dilakukan agar produk pertanian Indonesia bisa bersaing di pasar global.

"Meningkatkan pertanian terhadap kebutuhan pasar dalam negeri dengan mengoptimalkan efisiensi produk dalam negeri untuk bersaing dengan produk pertanian impor di pasar domestik," paparnya.

Tokoh muda perempuan NasDem, Ratih Megasari, juga turut menanggapi pelaksanaan reformasi agraria sebagai amanat UU Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok Agraria (UUPA 1960).

Dia melihat amanat UUPA 1960 akan reformasi agraria memang belum sepenuhnya tercapai. Hal itu terlihat dari masih adanya konflik-kon-flik agraria yang terjadi serta ketidakadilan yang dirasakan oleh masyarakat petani atas izin hak milik atau hak guna lahan skala besar yang diberikan kepada perusahaan negara ataupun swasta.

Namun, di lain sisi, pemerintah terus melakukan upaya dalam mencapai reformasi agraria itu. Salah satunya dengan program sertifikasi tanah untuk rakyat.

Kegiatan dialog ini juga turut dihadiri Ketua Umum Petani NasDem Saiful Bahari. Menurutnya, kehidupan masyarakat sebagian besar masih menggantungkan hidup dari pertanian. "Tanah pertanian merupakan sumber pokok ba-gi petani untuk membangun ekonomi desa lebih mandiri, berdaulat, dan berkelanjutan. Karena itu, petani tanpa lahan pertanian sama saja membiarkan kemiskinan perdesaan semakin meluas." (Cah/P-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya