Kekayaan Budaya Ramaikan KAA

MI
17/4/2015 00:00
Kekayaan Budaya Ramaikan KAA
Arief Yahya Menteri Pariwisata(MI/Panca Syurkani)
ASIA dan Afrika terkenal eksotis di mata masyarakat dunia. Salah satunya disumbang dari kekayaan budaya yang dimiliki. Hal itu pula yang akan menjadi benang merah dalam rangkaian aca ra pendamping (side event) Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-60 yang berlangsung di Jakarta dan Bandung.

Menu pembuka disajikan oleh grup band Slank dan sejumlah bintang tamu se perti Tulus, Endank Soekamti, dan Ari Lasso. Mereka akan tampil dalam konser bertajuk Drugs Free Asia Africa di Monas pada 19 April mulai pukul 13.00 WIB.

Konser tersebut mengemban misi untuk menyebarkan bahaya perdagangan dan penggunaan narkotika dan obat-obatan terlarang pada generasi muda.

Misi itu dianggap relevan mengingat kelompok usia produktif di Asia Afrika cu kup besar dan potensial untuk menjadi agen pembangun an. Namun, potensi mereka tidak akan berkembang jika negara membiarkan generasi muda nya terancam oleh narkoba.

Slank berencana mengirimkan surat ke-109 negara yang diundang menjadi de legasi nanti agar negaranegara di Asia dan Afrika bersama-sama memberantas perdagangan dan pemakaian drugs.

Pertunjukan budaya berikutnya adalah upaya pemecah an rekor dunia memainkan angklung oleh 20 ribu orang. Acara yang bertajuk Angklung for The World ini akan didukung oleh murid berbagai sekolah dan para pegawai instansi peme rintahan di Bandung.

Namun, panitia juga membuka kesempatan kepada masyarakat umum yang ingin ikut serta dengan catatan telah mendaftarkan diri. Proses registrasi akan dimulai sejak jam 7 pagi di lokasi penyelenggaraan acara, yaitu Stadion Siliwangi, Ban dung, pada 23 April 2015 mendatang.

Upaya pemecahan rekor sendiri direncanakan dimulai pukul 09.30 de ngan dihadiri oleh perwakilan dari Guiness Book of Record.

Semula acara tersebut digelar pada 25 April. Namun, Kemenpar memajukannya agar video pemecahan rekor du nia ini bisa diputar di hadapan para kepala negara dan delegasi yang hadir di Bandung pada 24 April nanti.

Rangkaian festival kebudayaan yang mengusung tema Asia Africa Solidarity Festival itu akan ditutup dengan Parade Asia Afrika. Acara yang menggabungkan elemen fesyen, musik hingga videografi itu akan diikuti oleh 1.000 orang dari berbagai negara, termasuk Indonesia.

Panitia mencatat hingga saat ini terdapat 24 negara sahabat ikut serta dalam parade tersebut. Acara akan dimulai sejak pukul 13.00 yang dimulai dari Simpang Lima hingga ke Jalan Asia Afrika dan berakhir di Gedung Merdeka. Di tempat tersebut akan didirikan panggung utama. (Din/S-25)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya