Jokowi Janji Perbaiki Komunikasi

Arif Hulwan
15/4/2015 00:00
Jokowi Janji Perbaiki Komunikasi
Presiden Joko Widodo(MI/PANCA SYURKANI)

PRESIDEN Joko Widodo mengundang sejumlah pakar politik untuk makan siang di Istana Negara, kemarin. Dalam pertemuan itu Jokowi ingin mendapatkan masukan dari para pengamat dalam rangka memperbaiki komunikasi antara pemerintah dan rakyat.

Seusai pertemuan, Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari menyebutkan para pengamat yang diundang selain dirinya ialah Ikrar Nusa Bhakti, Hanta Yudha, Nico Haryanto, Philip Vermonte, Thamrin Tamagola, Dodi Ambardi, dan Yunarto Wijaya. Dalam pertemuan tertutup bagi media itu Presiden Jokowi didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto, dan sejumlah staf.

Dalam pertemuan itu juga dibicarakan soal komunikasi politik Presiden kepada rakyat, terutama terkait kebutuhan pokok masyarakat. Qodari meminta pemerintah aktif memberikan informasi kepada masyarakat tentang informasi harga kebutuhan bahan pokok setiap hari.

"Intinya masyarakat mendapat kepastian bahwa bahan pokok itu ada, dan kalau ada, harganya berapa. Kita tentu ingat dulu setiap malam sering ada pengumuman tentang harga cabai keriting," kata Qodari.

Dikatakan, untuk memberikan informasi harga kebutuhan bahan pokok tersebut, Presiden tak perlu membentuk badan khusus atau juru bicara kepresidenan.

Presiden bisa meminta menteri terkait lebih sering memberikan informasi.

Setelah menerima saran itu, menurut Qodari, Presiden mengangguk dan berbisik kepada Menteri Sekretaris Negara Pratikno. Sepertinya Presiden setuju dengan usulan tersebut. Presiden Jokowi pun berjanji akan memperbaiki pola komunikasi pemerintah dengan masyarakat. Tujuannya agar masyarakat mengetahui yang sudah dilakukan pemerintahan Jokowi.

Masalah

Dalam kesempatan itu Jokowi memastikan hubungannya dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri baik-baik saja. Jokowi mengakui memang ada sedikit masalah komunikasi antara dirinya dan Megawati.

Thamrin Amal Tomagola, sosiolog UI yang juga diundang makan siang, menuturkan bahwa Jokowi merasa ada pihak tertentu yang tidak menyampaikan informasi secara utuh yang ia sampaikan kepada Megawati. Informasi itu dibawa oleh pembawa pesan dan disampaikan dalam bahasa yang disebutnya 'telah diedit'.

Thamrin menambahkan bahwa Presiden enggan mengungkap siapa 'pembawa pesan' yang mengedit pesannya. Namun, kata Thamrin, Jokowi kapok berkirim pesan kepada Megawati melalui orang lain.

Dalam konteks lain, pengamat politik dari Populi Center Nico Harjanto memandang saat ini merupakan momentum tepat bagi Presiden Jokowi untuk melakukan evaluasi terhadap jajaran menteri di Kabinet Kerja.

"Isu evaluasi kabinet kini mendapat momentum tepat karena telah menginjak setengah tahun kabinet Jokowi. Jokowi sudah bilang evaluasi rutin kabinet minimal enam bulan sekali," kata Nico, kemarin. (Ant/X-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya