PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Magelang, Jawa Tengah, mengalokasikan dana sebesar Rp7 miliar tahun ini untuk perbaikan kerusakan jalur evakuasi Gunung Merapi dari Mangunsuko ke Babadan sepanjang 5 kilometer. Anggaran untuk memuluskan jalan itu berasal dari pos dana rehabilitasi dan rekonstruksi.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Energi, dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Magelang, Sutarno, kemarin, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat terkait dengan penggunaan dana tersebut.
"Sangat mungkin nantinya jalan tersebut akan diaspal hotmix dengan anggaran Rp7 miliar," ujar Sutarno.
Warga Desa Mangunsuko, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, mengeluhkan kerusakan jalur evakuasi yang cukup parah dan tidak kunjung diperbaiki pascaerupsi Merapi. Kondisi aspal jalan sudah mengelupas parah dan hanya menyisakan bebatuan.
Kerusakan jalur evakuasi Gunung Merapi itu, menurut Sutarno, disebabkan oleh armada truk galian C yang melebihi muatan, juga erosi akibat curah hujan tinggi.
Setelah erupsi Gunung Merapi pada 2010 lalu, banyak alat berat melintas di jalur Mangunsuko-Babadan yang mengangkut material untuk kepentingan pembangunan sabo dam oleh Balai Besar Wilayah Serayu Opak (BBWSO).
"Nantinya kami juga akan berkoordinasi dengan BBWSO terkait kerusakan jalan ini," katanya.
Di sisi lain, kerugian akibat bencana banjir bandang dan longsor di Desa Neglasari, Desa Lengkong, dan Desa Tegallega di Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (11/4), ditaksir mencapai Rp1,6 miliar. Pasalnya, puluhan rumah rusak berat dan ringan karena terendam banjir bandang akibat meluapnya Sungai Cikaso.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sukabumi Usman Susilo, kemarin, menyebutkan bencana alam di Kecamatan Lengkong yang menerjang tiga desa mengakibatkan 29 ba-ngunan rumah rusak berat, 47 rusak ringan, serta 54 rumah masih terendam air setinggi 50 cm.
Potensi longsor dan banjir bandang susulan masih bisa terjadi mengingat intensitas curah hujan cukup tinggi. Warga yang mengungsi berjumlah 477 orang. (TS/BB/N-2)