SALAH satu keunikan di Kongres IV PDIP ialah kartu pengenal yang sekaligus berfungsi sebagai absensi setiap kali memasuki ruang sidang.
Kartu itu berukuran 8 x 10 cm dan memiliki hologram dan barcode.
Jika disinari dengan ultraviolet, tampak lambang PDIP di tengah kartu.
Panitia kongres sangat terbantu karena bisa mengetahui apakah para peserta sudah hadir atau masih di luar ruang sidang, termasuk bila peserta keluar-masuk ruangan.
Ide penggunaan kartu pengenal itu rupanya milik Prananda Prabowo.
"Peranan Mas Nanan (Prananda) cukup signifikan dalam masalah IT," ujar Koordinator Bidang Persidangan Panitia Nasional Sudiman Tarigan kepada Media Indonesia di Bali, kemarin.
Politikus senior PDI Perjuangan Pramono Anung menambahkan Nanan sudah aktif di partai sebagai kepala situation room.
"Kalau pembukaan kongres ada acara yang menampilkan siluet gambar-gambar, itu kerjaan beliau," imbuh Pramono.
Dalam kongres kali ini, Megawati sebagai formatur tunggal akhirnya mengorbitkan Nanan yang tak lain putra kedua dari suami pertama almarhum Letnan Satu Penerbang Sirindro Supjarso.
Ia tidak ingin putranya hanya menjadi sosok misterius yang kurang dikenal publik.
Nanan yang didapuk sebagai Ketua Bidang Ekonomi Kreatif sejatinya telah lama menjadi tokoh penting di balik pidato Megawati.
Ia disebut-sebut lebih 'khatam' ajaran sang kakek daripada ibunya sendiri.
Ketua DPD Aceh Karimun Usman mengungkapkan kader sebenarnya sudah meminta Prananda masuk kepengurusan sejak 2010.
Namun, Nanan tetap misterius. Saat semua peserta kongres memberikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus DPP di Hotel Inna Grand Bali Beach Hotel, Sanur, Jumat (10/4) lalu, Nanan tak berada dalam satu barisan.